FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) MODERNISASI PERTANIAN KABUPATEN BARRU

2 0 88
Gambar untuk FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) MODERNISASI PERTANIAN KABUPATEN BARRU
JON RANTEPADANG, BARRU
PPO Daun Hijau menggelar FGD yang diikuti berbagai stakeholder terkait, antara lain SKPD Dinas Pertanian, Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, DPRD, Indonesian Power, KTNA, Aktifis, Praktisi, LSM, dan Field Coordinator. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk partisipasi PPO Daun Hijau untuk membedah program unggulan Bupati/Wakil terpilih.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2021 di Sekretariat PPO Daun Hijau, bertujuan untuk mendapatkan masukan dari stakeholder dalam kerangka pengembangan pertanian Kabupaten Barru ke depan, lebih spesifik lagi terkait arah pengembangan modernisasi pertanian Kabupaten Barru, kata Jon Rantepadang dari PPO Daun Hijau.
FGD yang berlangsung gayeng karena masukan dari peserta yang berharap agar kegiatan ini tidak berhenti sebatas pertemuan yang menghasilkan masukan/rekomendasi, tapi bagaimana mengawal agar program ini masuk dalam dokumen Perencanaan Jangka Menengah Daerah dan dijabarkan dalam Rencana Strategis Dinas Pertanian.
Perhatian pemerintah sudah sangat besar, mulai bibit hingga pasca panen disiapkan pemerintah, yang perlu diperbaiki adalah mental petani, kelembagaan, SDM, regulasi dan harus ada perubahan besar yang sifatnya mendasar, ujar Umar Kepala Bappeda.
Pertanian modern tujuannya adalah bagaimana membangun tingkat kesejahteraan, harus melihatnya secara komprehensif jangan hanya dari satu sisi, selain itu modernisasi bukan hanya dari sisi kuantitas tapi kualitas, ujar Dr. Makruf, Kepala Dinas Ketahanan Pangan.
Sementara itu Sekretaris Komisi 2 DPRD, Syamsurizal yang akrab disapa Bang Ancu mengemukakan “bagaimana kita memahami modernisasi pertanian, apakah berbanding lurus dengan kebutuhan petani, sehingga bisa diselaraskan dengan kebijakan pemerintah. Selain itu melalui forum seperti ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pengambil kebijakan, karenanya perlu apresiasi dan koordinasi untuk mengakselerasi program ini. Modernisasi pertanian jangan meninggalkan kearifan lokal, tutupnya.
Perlu analisis baru bicara sistem, yang harus dibenahi adalah SDM dan kelembagaan, ujar Idris, praktisi sekaligus Sekretaris KTNA. Perlu analisis SWOT, harus ada tindak lanjutnya, perlu ada pilot project via kerjasama lintas sektor, Kasmiah dari LSM Perempuan menambahkan.
Hasil FGD nantinya akan disampaikan kepada pengambil kebijakan dan instansi terkait untuk ditindaklanjuti.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. VAKSINASI INDONESIA BANGKIT


Komentar Terbanyak

  1. 10
    Komentar
  2. 4
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar