FGD Penyusunan Modul Pelatihan Fasilitator Sekolah Perempuan Mandiri Berbudaya (KELAPA MUDA)

Gambar untuk FGD Penyusunan Modul Pelatihan Fasilitator Sekolah Perempuan Mandiri Berbudaya (KELAPA MUDA)
Sekolah Perempuan merupakan salah satu model pemberdayaan perempuan di kalangan akar rumput melalui proses pembelajaran atau pendidikan sepanjang hayat. Tujuan utama Sekolah Perempuan adalah mengembangkan leadership atau kepemimpinan perempuan agar memiliki kesadaran kritis, kepedulian, solidaritas, kecakapan hidup dan berkomitmen menjadi pelaku perubahan sosial agar terbebas dari kemiskinan. Dan kerja pemberdayaan inilah yang dilakukan oleh HAPSARI (Himpunan Serikat Perempuan Indonesia) selama ini.

Sekolah Perempuan Mandiri Berbudaya (KELAPA MUDA) merupakan salah satu program yang digagas oleh Dinas pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara, dan HAPSARI terpilih menjadi lembaga mitra pelaksana Sekolah Perempuan karena konsepnya sesuai dengan konsep yang sudah HAPSARI bangun sebelumnya, yakni Layanan Berbasis Komunitas (LBK) sejak 2016. Melalui konsep inilah HAPSARI berhasil melahirkan kader-kader perempuan hebat yang saat ini sudah mengambil peranan penting baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.

Tetapi sebelum pelaksanaan sekolah Perempuan Mandiri Berbudaya (KELAPA MUDA) dilakukan, salah satu hal yang harus disiapkan adalah modul untuk Fasilitator KELAPA MUDA. Untuk itu pada tanggal 17 november 2021, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara melakukan Focus Group Discussion (FGD), bertempat di Balairung HAPSARI, Jl Thamrin No 53 A Lubuk Pakam – Deli Serdang.

Kegiatan ini dibuka Kabid Dinas PPPA Safiaddar Turismiani. Hadir dalam penyusuan modul ini, perwakilan dari Bappeda Provinsi Sumut, Dinas P2KBP3A Deli Serdang, Bappeda Deli Serdang, Dinas PMD Deli Serdang, Puspa Sumut. Kemudian Direktur LBH Apik Medan, Jaringan Perempuan untuk Kesejahteraan (Ja-PUK), perwakilan FJPI Sumut, Ketua Pelaksana Harian HAPSARI dan Koordinator /Tim Program HAPSARI.

HAPSARI berharap kehadiran sekolah perempuan bernama Kelapa Muda ini, pengembangan isunya lebih luas, apalagi dengan kegiatan ini bekerjasama dengan pemerintah. Semua stake holder makin paham kalau pemberdayaan perempuan bukan hanya tugas Dinas PPPA Sumatera Utara saja, karena sesungguhnya pemberdayaan perempuan bersinggungan dengan dinas lain. Seperti masalah stunting dengan Dinas Kesehatan, masalah desa dengan Dinas PMD juga dengan Bappeda. Semuanya harus berkolaborasi, bersinergi dan terintegrasi.

Semoga dengan adanya Sekolah Perempuan Mandiri Berbudaya (KELAPA MUDA) di wilayah kerja HAPSARI, semakin membantu perempuan di akar rumput dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan mereka dalam mengembangkan leadership atau kepemimpinan perempuan agar memiliki kesadaran kritis, kepedulian, solidaritas, kecakapan hidup dan berkomitmen menjadi pelaku perubahan sosial agar terbebas dari kemiskinan.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar