Ditengah Pandemi Covid-19 Inovasi Getar Dilan, Merambah Negeri Wujudkan Ketahanan Pangan

2 0 94
LUWU UTARA --- Inovasi Getar Dilan atau Gerakan Tanam Sayur di Lahan Pekarangan mendapat jadwal Verifikasi dan Observasi Lapangan (Verlap) selama 2 hari mulai Kamis-Jum'at (22 s/d 23 Juli 2021).

Inovator Gerar Dilan Alauddin Sukri usai kemarin mengikuti rakor petunjuk teknis terkait verifikasi dan observasi lapangan secara virtual bersama yang diselenggarakan oleh Kementrian PANRB. ia langsung turun lokasi monitoring sekaligus menetukan 4 lokus yang akan jadi spot dan satu diantaranya menjadi spot utama. Adapun ke empat lokus spot yang dikunjungi dan disepakati adalah:

1. Desa Tamboke, Kecamatan Sukamaju.
2. Desa Banyuwangi, Kecamatan Sukamaju Selatan.
3. Desa Sukaraya Kecamatan Bone-Bone.
4. Desa Bungapati/BPP Tanalili.

Lanjut, Alauddin, setelah menerima surat pemberitahuan verlap dari Kementerian PANRB, pihaknya langsung menyasar rumah tangga miskin (RTM) sebagai persiapan menghadapi verlap dua hari ke depan. “Kemarin, Tim Getar Dilan setelah menerima info jadwal verlap, langsung menyasar RTM yang akan menjadi sasaran verlap karena tim verlap ingin mewawancai masyarakat penerima manfaat sebagai pembuktian.

Verifikasi dan Observasi Lapangan ini sebagai rangkaian proses penilaian Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota, BUMN dan BUMD Tahun 2021 menuju top 45, Ujar Inovator Getar Dilan Alauddin Sukri, yang juga sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian & Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Luwu Utara.

Sementara Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dalam presentasinya mengakatan bahwa Inovasi Getar Dilan (Gerakan Tanam Sayur di Lahan Pekarangan) di hadapan 11 orang Tim Panel Independen (TPI) Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kementerian PANRB, menjelaskan, inovasi Getar Dilan sesungguhnya terinspirasi untuk memenuhi kebutuhan pangan, khusus sayur-sayuran dan hortikultura, secara mandiri oleh setiap rumah tangga dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan.

Bahkan, pemanfaatan lahan pekarangan bisa dikelola dengan orientasi komersil, karena produksi sayuran dari lahan pekarangam bisa menjadi sumber pendapatan keluarga.

Melalui inovasi ini, kami ingin memastikan pangan segar ini tersedia sepanjang waktu, terlebih ditengah pandemi coronavirus2019. Dan bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat, kemudian dikonsumsi dengan baik sesuai anjuran penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Selain itu, ada hal yang jauh lebih penting atas hadirnya inovasi ini, yaitu bagaimana menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan di Luwu Utara. Pendekatan yang kita gunakan adalah menggunakan pendekatan Sustainable Development Goals (SDGs).

Dari sisi kebaruan, inovasi ini memastikan Getar Dilan dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) dengan mengedepankan kerja tim dan mendorong kolaborasi. Ada tiga strategi keberlanjutan inovasi ini, yaitu strategi manajerial dengan melakukan monev rutin, strategi institusional melalui Perbup Nomor 31 Tahun 2018 guna memastikan inovasi ini berlanjut serta strategi sosial dengan kolaborasi multipihak atau kolaborasi pentahelix.

Ke depan, kami sudah merancang pengembangam inovasi ini, yaitu program ketahanan pangan dari rumah, dan kami berharap semua unit kerja internal pemerintah daerah yang terkait langsung dengan inovasi ini bisa memastikan keberlanjutannya.

"Indonesia negeri yang subur,
beragam pangan kita produksi sendiri.
Semoga kita sehat dan panjang umur
Menyaksikan Getar Dilan merambah negeri, "tutup Indah Putri yang mengahiri sebuah pantun.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Lowongan CPNS Kemkominfo RI 2021


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 3
    Komentar

    Sehat dengan SAMILAKOR

  4. 2
    Komentar