Diskusi Kamisan IHub-Simpul Madani, PDNA Berbagi Pengalaman

0 0 178
Gambar untuk Diskusi Kamisan IHub-Simpul Madani, PDNA Berbagi Pengalaman
MADANI merupakan inisiatif dukungan untuk masyarakat madani (civil society) Indonesia selama lima tahun dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2024 yang didukung oleh USAID dan diimplementasikan oleh FHI 360 dalam rangka memperkuat akuntabilitas pemerintah daerah dan toleransi di tingkat masyarakat melalui peningkatan kapasitas, legitimasi, dan keberlanjutan lembaga masyarakat madani.

Awal 1 Juni 2021 lalu, MADANI telah mencanangkan dimulainya kegiatan intervensi GESI ke dalam program MADANI dan sebagai bagian dari implementasi intervensi tersebut, Task Force GESI MADANI didukung oleh 3 konsultan GESI akan secara rutin menyelenggarakan diskusi setiap 2 minggu di iHub SimpulMadani: www.simpulmadani.com.
Diskusi ini melibatkan para champions GESI di Mitra Utama MADANI dan juga para aktivis perempuan yang berasal dari berbagai organisasi perempuan di Indonesia. Diskusi ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan pemahaman para Mitra Utama MADANI.

Untuk Diskusi GESI ini mengangkat tema terkait "Kesehatan dalam kerangka Hak Asasi Manusia (HAM) dan Isu Keadilan Gender dan Inklusi Sosial GESI" yang dilakukan secara Online menggunakan platfrom Ihub. Kamis(16/09/2021)

Ada tiga narasumber pada kegiatan ini Pertama Yuni Chuzaifah (Konsultan Gender MADANI). Kedua Zumrotin K Soesilo (Pakar Kespro, hak konsumen dan layanan kesehatan). Ketiga Arifah Ulviah (Manager Program PDNA Bulukumba ,Mitra Utama MADANI).

Arifah Ulviah Manager Program Madani berterima kasih telah di berikan kesempatan untuk berbagi pengalaman di kegiatan ini.

Dalam kesempatan diskusi tersebut, Arifah menyampaikan beberapa tantangan dan hambatan dalam melakukan advokasi pada isu kesehatan yang inklusif salah satunya masih rendahnya komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan layanan publik terutama di bidang kesehatan yang inklusif dan bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Dalam paparannya lebih lanjut, permasalahan data yang tidak akurat dan dan tidak terupdate dengan baik menjadi salah satu penyebab tidak meratanya layanan kesehatan gratis yang semestinya dirasakan manfaatnya oleh kaum marginal, rentan dan perempuan, anak, orang muda serta penyandang disabilitas.

"Semoga kedepannya layanan kesehatan dapat di jangkau oleh seluruh lapisan masyarakat yang sejalan dengan cita-cita Nasyiatul Aisyiyah yang tertuang dalam hasil keputusan Tanfidz tahun 2016",terangnya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak

  2. 7
    Komentar
  3. 5
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat

  4. 4
    Komentar

    PMI Tebing Tinggi Salurkan Bantuan Korban Banjir