Desiminasi Hasil Light Survey Toleransi dan Program MADANI Kota Bogor

Gambar untuk Desiminasi Hasil Light Survey Toleransi dan Program MADANI Kota Bogor
Pembatasan kegiatan sosial kemasyarakatan dimasa PPKM Darurat tidak menurunkan semangat jaringan organisasi masyarakat sipil Kota Bogor yang tergabung dalam Simpul Belajar MADANI, FORBODAS (Forum Bogor Damai Sejahtera), menurunkan semangat untuk terus berkontribusi dalam memperkuat toleransi masyarakat di masa pandemic.

Melalui sarana Zoom, pada tanggal 15 juli 2021, lebih dari 20 Organisasi masyarakat sipil (OMS) dan perwakilan Pemerintah Daerah Kota Bogor berkumpul untuk berdiskusi dan menelaah hasil light survey yang telah dilakukan baru-baru ini. Light survey yang digagas FORBODAS berupaya memotret tentang persepsi dan perilaku toleransi masyarakat di Kota Bogor.
Wiwit Musya’adah dari Forum Muda Lintas Agama (FORMULA) dan Mochammad Arif dari Komunitas Pencinta Museum Bogor, selaku perwakilan dari FORBODAS dalam paparannya menyampaikan bahwa salah satu kesimpulan hasil survei menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat Kota Bogor terhadap kebebasan beragama dan toleransi terlihat cukup kuat. Disamping itu pun dari sisi perilaku toleransi masyarakat menunjukan potensi yang sangat menggembirakan, dimana dalam beberapa jawaban survei masyarakat Kota Bogor menyatakan tidak memiliki persoalan untuk berteman dan berdialog dengan penganut agama lain, serta menghormati dan tidak keberatan memberikan bantuan dalam penyelenggarakan kegiatan keagamaan penganut agama lainnya.

Menanggapi hasil survei tersebut Badan Kesatuan Bangsa Politik (BaKesbangpol) Kota Bogor yang diwakili oleh Bapak A. Hakim, Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan FORBODAS selama ini dalam berkontribusi memperkuat dan menggalang peran masyarakat sipil dalam meningkatkan sikap toleran di Kota Bogor. Sejalan dengan hal tersebut Bapak Hasbullah selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor berharap kerjasama kolaboratif yang selama ini telah terbangun dengan jaringan organisasi masyarakat sipil yang tergabung di FORBODAS menjadi lebih kuat dan sinergis sehingga aksi-aksi dan kerja nyata kedepan bisa memberikan dampak nyata dalam menjaga kerukunan antar sesama serta mampu memberikan rekomendasi solusi terbaik bagi pemangku kebijakan di Kota Bogor.
Dalam pertemuan tersebut pula A Rahman Muttaqin, FC MADANI Kota Bogor, menyampaikan perkembangan 1 taun program MADANI dan Ibu Sofiah, Direktur Metamorfosis, memaparkan rencana kerja FORBODAS kedepan terkait dengan modeling program toleransi yang akan diimplementasikan di area terpilih di Kota Bogor. Menanggapi hal tersebut Bapak Odih Sumirat, Kasubid Perencanaan Pemerintahan Bappeda Kota Bogor, memberikan dukungan penuh terhadap inisiasi baik yang digagas MADANI dan FORBODAS serta berharap kegiatan modeling toleransi bisa dilakukan di banyak area di Kota Bogor.

Hadir dalam pertemuan ini organisasi masyarakat sipil diantanya: Metamorfosis, B-Trust, Laskar Cinta Kasih (LCK), Kopel Bogor, Pemuda Budha, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), GMNI, Kompemor, Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA), OSZA, Takaran, Inspira, PGN, JKMC, Forum Mudah Lintas Agama (FORMULA), Gusdurian Bogor, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Yayasan Penyandang Disabilitas (YPD), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), KMHDI, Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (LAZISMU). Adapun perwakilan Pemerintah Daerah Kota Bogor diantaranya: Bappeda, Bakesbangpol, Bag. Hukum dan HAM Kota Bogor.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar