Dana Kampanye Pilkada Solo

4 0 114
Gambar untuk Dana Kampanye Pilkada Solo
Foto : Istimewa

Pelaporan dana awal kampanye Pilkada (Pimilihan Kepala Daerah) Solo sudah diumumkan pada Sabtu, (26/09). Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Nurul Sutarti menyampaikan bahwa kedua Pasangan Calon (Paslon) sudah melaporkan dana awal kampanyenya.

Dana awal kampanye Paslon Gibran-Teguh tercatat Rp25 juta. Sementara Paslon Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) melaporkan dana awal kampanyenya hanya nol rupiah.

โ€œPaslon Bajo melaporkan senilai nol rupiah, karena keterlambatan pelaporan. Sebelumnya Paslon Bajo sudah memiliki RKDK namun, karena ada penggantian rekening sebelum masa kampanye dimulai jadi saldonya nol,โ€ kata Nurul saat mengisi workshop Jurnalisme Warga di Kopi Kelana Manahan, Solo pada, Sabtu (03/10/2020) siang.

Namun, laporan dana kampanye (LPPDK) akan di laporkan lagi setelah masa akhir kampanye pada (06/12) nanti. Masa audit dana kampanye mulai tanggal 7-21 Desember.

Komisioner Bawaslu Solo, Arif Nuryanto saat mengisi workshop Jurnalisme Warga di Kopi Kelana Manahan, Solo pada Sabtu (03/10), menambahkan bahwa Bawaslu akan terus mengawasi jalannya Pilkada baik dalam metode jalannya kampanye atau dana kampampanye.

Hal yang di khawatirkan tentang pelanggaraan penyelanggaraan kampanye dan adanya penyumbang gelap di dana kampanye Paslon. Untuk itu perlu adanya pelaporan berkala dari pihak KPU. Serta pengawasan dari masyarakat virtual.

Sementara itu, suasana Pilkada serentak pada tahun 2020 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Euforia terasa kurang dan biasa seperti hari normal akibat pandemi coronavirus diseases 2019 (Covid-19).

Setelah di lakukan penundaan. Pemerintah menetapkan bahwa Pilkada serentak di gelar pada (09/12) nanti.

Namun, kampanye Pilkada pada tahun ini diawasi dengan ketat, agar Pilkada serentak tidak menjadi penyebab peningkatan angka masyarakat yang tertular Covid-19.

Sejumlah Paslon pun melakukan berbagai upaya agar bisa melakukan kampanye efektif. Salah satunya adalah kampanye virtual yang dilakukan Paslon Gibran-Teguh. Kampanye ini dilakukan dengan membawa virtual campaign box berisi layar LCD yang sudah terkoneksikan dengan internet. Kotak kampanye tersebutt menyapa warga ke kampung-kampung. Warga ngudarasa soal Kota Solo dari kediamannya.

Sementara Gibran menjawabnya dari kediaman pribadinya juga. Sementara, tim Ba-Jo lebih memilih door to door ke warga.

Selain itu kampanye juga dilakukan melalui media sosial (Medos) yang sudah terdaftar di KPU. Kampanye pada masa pandemi ini di selenggarakan selama 71 hari, mulai 26 September - 5 Desember 2020. (Desty Luthfiani)

Nb : Karya gabungan JW Solo bersama program Respect - PPMN

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar