CROSS LEARNING DAN STUDI BANDING MITRA UTAMA MADANI PROVINSI JATIM, 8-9 OKTOBER 2021

3 1 242
Gambar untuk CROSS LEARNING DAN STUDI BANDING MITRA UTAMA MADANI PROVINSI JATIM, 8-9 OKTOBER 2021
Sejak pertengahan September 2021, ketika berita rencana kegiatan PSP MADANI akan diselenggarakan offline, tampak sumringah wajah Tim Lakpesdam Sumenep. Lalu lintas komunikasi di Group WA PSP pun semarak, meskipun kesepakatan waktunya tidak serta merta mudah diputuskan.

Tetapi masalah itu bukanlah kendala berarti bagi LPKP Malang dan Mitra Utama MADANI 6 Kabupaten Kota Madiun, Jombang, Gresik, Malang, Jember dan Sumenep. Kuatnya dorongan untuk bertemu telah melebur segala rintangan. Semua terus berembug hingga berhasil menyepakati waktu pelaksanaan tanggal 8-9 Oktober 2021. Informasi tempat acara baru dipastikan pada tanggal 2 Oktober 2021, di Hotel Atria Malang Jawa Timur.

Dalam perbincangan di Group WA itu, Tim Lakpesdam Sumenep memilih manut saja karena yang terpenting acaranya benar-benar terealisasi. Bahkan ketika ada infomasi USAID Monitoring tanggal 7 Oktober 2021 (15.00-16.30 WIB) pun tidak menyurutkan semangat untuk ke Malang. Tim Lakpesdam dituntut mengatur waktu dan energi, karena kedua acara tersebut penting sekali untuk program dan arah organisasi. Setelah pertemuan Simpul MADANI 5 Oktober 2021, Tim Lakpesdam berbagi peran mempersiapkan keperluan kedua kegiatan tersebut. Alhasil USAID Monitoring berjalan lancar, dan setelah refleksi sekitar Pukul 17.30 WIB Tim Lakpesdam (Mohammad Ekoyanto, Ruka’iya, Nurus Syamsi, Moh Kholid) meluncur untuk bergabung dengan 5 LP MADANI lainnya di Malang. Misi ini menempuh perjalanan 250 Km, dan karena bertepatan weekend mereka baru tiba di Malang sekitar Jam 12 Malam.

Situasi tersebut bisa dipahami karena selama 20 bulan program mereka hanya berkutat di daerah. Kegiatan tahun pertama yang difokuskan untuk penguatan kapasitas, seharusnya bisa menjadi ajang pertemuan, sharing pengalaman, membangun relasi dan kerjasama jaringan antar CSO. Namun pandemi menyebabkan mereka harus menjalani semua penguatan kapasitas MADANI secara daring.

Intensitas TA yang maraton dengan tugas dan kewajiban administrasional membuat Tim Pelaksana Program kewalahan. Masalah utamanya bukan pada kurang efektifnya serapan materi atau substansinya tidak menarik, melainkan padatnya kegiatan menyebabkan aoleng (mabuk) dan jenuh. “Sebenarnya materinya menarik, rata-rata penyampaiannya juga asyik, tetapi tugas-tugasnya banyak”, ungkap teman-teman Lakpesdam Sumenep. Seandainya semua itu bisa inperson, dinamikanya pasti lebih berdaya ungkit untuk peningkatan kapasitas, legitimasi dan keberlanjutan CSO di daerah atau setidaknya dilevel Provinsi.

Dengan konteks tersebut cross learning dan studi banding yang difasilitasi LPKP Malang bersama SFC MADANI ini seperti menjadi trigger untuk mendorong relasi CSO yang lebih efektif ditingkat regional. Kemudian meskipun situasi pandemi semakin mereda, dalam acara yang diikuti 27 Delegator Program MADANI 6 Kota Kabupaten tersebut tetap mewajibkan seluruh peserta menerapkan protokol kesehatan.

Secara umum proses cross learning dan studi banding berjalan lancar, outputnya berupa: pemahaman peserta terhadap pentingnya pelaporan program dan keuangan; strategi dan teknis penyusunan laporan program dan keuangan sesuai standar; serta sharing masalah dan tantangan selama ini. Sementara output studi banding, meliputi: pemahaman peserta terhadap best practices akuntabilitas dan legitimasi dari MCW Malang; komitmen penerapan akuntabilitas dan legitimasi; memahami strategi advokasi, kolaborasi, sinergi dan kerjasama LPKP dengan Pemda; tersusunnya agenda advokasi, peningkatan sinergi, dan kerjasama; serta sharing pengalaman terkait masalah, tantangan akuntabilitas dan legitimasi.

Selain berbagai output tersebut, hal terpenting bagi Lakpesdam NU Sumenep menjadi nyambung dengan MERCO Jatim untuk pelaporan selanjutnya, redesign agenda PSP terkait advokasi transparansi bersama Tim Fitra, serta kesepakatan 2 pertemuan lanjutan di kabupaten. Setelah acara selesai Tim Lakpesdam NU kembali menempuh perjalanan pulang pada tanggal 9 Oktober 2021, dan tiba di Kota Keris sekitar Jam 11.00 Malam.

  1 Komentar

Tulis komentarmu...

Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. MALEAN SAMPI

  2. Dewata Kite Festival (Festival Layang-layang Pulau Dewata)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar

    RTAR VII PMII Fak.Tarbiyah Lahirkan Nakhoda Baru