Covid-19 KLU: STIGMA DAN KULTUR KLU

2 0 320
Gambar untuk Covid-19 KLU: STIGMA DAN KULTUR KLU
Zona merah adalah peredikat baru yang didapatkan kabupaten termuda di NTB ini begitu keluar release tentang salah seorang warga Lombok utara positif corona secara otomatis peta kabupaten menjadi merah. Mendadak berseliweran sikap dan perasaan netizen di jagad medsos. Seketika situasi menjadi menegangkan, menakutkan dan panik. Lalu muncullah sikap, perasaan dan reaksi cepat, ada yang menyalahkan pemerintah, rumah sakit dan saling menyalahkan satu sama lain.

Teniga, ya namanya desa Teniga adalah alamat pasien covid-19 terpapar saat ini, dan seketika desa Teniga menjadi perhatian seluruh warga KLU, maka orang sudah mulai menciptakan jarak dengan masyarakat Teniga, orang mulai enggan dan takut datang ke desa tersebut, seolah-olah seluruh desa sudah menjadi sarang corona. Sungguh miris memang melihat sikap dan reaksi yang menurut saya berlebihan adanya. Secara positif bahwa warga KLU menjadi lebih sigap dan siap mengkarantina diri utk tidak terlalu banyak keluar rumah, namun tetaplah desa Teniga saat ini menjadi yang pertama zona merah di KLU. Lalu apakah kita tidak pernah berfikir bahwa desa kita bisa saja tiba-tiba menjadi zona merah juga ? Semua bisa terjadi atas kehendakNya.

Stigmatisasi terhadap daerah kita KLU pada masa pandemi corona ini tentu sama adanya seperti daerah lain, Lotim, Loteng, Mataram, dll, maka reaksi yang over terhadap hal ini mari kita sama-sama kurangi, sikap seakan-akan mendiskriminasi orang Teniga adalah sama seperti pasien itu kita hilangkan, mereka pun mungkin sama sikapnya saat ini melakukan karantina secara mandiri dan masif di desanya, juga sikap mereka seakan di kucilkan pasti ada rasa itu. Dan ini awal dari hilangnya sikap silaturahmi dan kebersamaan. Harus kita ingat bahwa warga Teniga juga punya kesibukan dan kepentingan di luaran yang sama seperti kita, mereka pengojek, pedagang, pegawai adalah status yang pasti ada seperti desa-desa lain.

Ikuti instruksi dan himbauan pemerintah untuk menjaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun serta isolasi mandiri adalah terpuji daripada menciptakan reaksi yang berlebihan. Bersikaplah seperti kebiasaan dengan siapapun dan darimanapun asalnya. Kemudian pada pasien dan keluarga, berikan sikap dan perlakuan yang normal dan wajar dengan tetap mengedepankan social distancing serta physical distancing. Keep strong and keep spirit, kita warga KLU orang-orang hebat, orang-orang luar biasa yang mengedepankan etika, sopan santun dan tata krama dan tidak cepat bersuudzon. Zona merah adalah predikat saat ini pada masa pandemi corona, namun predikat kita sebagai daerah yang kental dengan nilai-nilai kearifan lokal harus tetap di pertahankan.

#LawanCorona
#IgauSangAmaq

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar