Cara Membuat Pupuk Organik Bokashi Cair

0 0 21
Gambar untuk Cara Membuat Pupuk Organik Bokashi Cair
Pada tahun 1980-an, Prof Dr. Teruo Higa memperkenalkan konsep EM atau Effective Microorganisms untuk praktek pertanian alami. Teknologi EM ini telah dikembangkan dan digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menyebabkan penyakit, dan memperbaiki efisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman. Pada pembuatan bokashi sebagai salah satu pupuk organik, bahan EM meningkatkan pengaruh pupuk tersebut terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.

Cara Pembuatan Bokashi Cair
1. Bahan-bahan untuk ukuran 200 liter bokashi cair:
- Pupuk kotoran hewan/pupuk kandang = 30 kg
- Molase/Gula pasir/merah = 1 liter/250 gr
- EM-4 = 1 liter
- Air secukupnya

2. Cara Pembuatannya:
- Isi drum ukuran 200 liter dengan air setengahnya
- Pada tempat yang terpisah buat larutan molase sebanyak 1 liter, dengan cara mencampurkan gula putih/merah sebanyak 250 gram dengan air sebanyak 1 liter
- Masukkan molase tadi sebanyak 1 liter bersama EM-4 sebanyak 1 liter ke dalam drum, kemudian aduk perlahan-lahan hingga rata
- Masukkan pupuk kandang sebanyak 30 kg dan aduk perlahan-lahan hingga bersatu dengan larutan tadi
- Tambahkan air sebanyak 100 liter hingga drum menjadi penuh, kemudian aduk sampai rata dan tutup rapat-rapat
- Lakukan pengadukan secara perlahan setiap pagi selama 4 hari.
- Cara pengadukan setiap hari cukup lima putaran saja. Setelah diaduk biarkan air larutan bergerak sampai tenang lalu drum ditutup kembali
- Setelah 4 hari bokashi cair EM-4 siap untuk digunakan.

Catatan:
- Bila tidak ada molase, setiap macam gula dapat digunakan sebagai penggantinya. Beberapa bahan pengganti tersebut adalah nira tebu gula, sari (juice) buah-buahan,dan air buangan industri alkohol.
- Jumah kandungan air adalah merupakan petunjuk. Jumlah air yang perluditambahkan tergantung pada kandungan air bahan yang digunakan. Jumlah air yang paling sesuai adalah jumlah air yang diperlukan membuat bahan-bahan basah tetapi tidak sampai berlebihan dan terbuang.

Sumber: Kementan RI

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar