Cara Membuat Pestisida Nabati dari Bawang Putih

0 0 27
Gambar untuk Cara Membuat Pestisida Nabati dari Bawang Putih
Musim penghujan menjadi tantangan sendiri bagi pekebun/petani sayuran. Tanaman rawan terserang ulat dan hama lainnya seperti belalang. Seperti halnya pada tanaman sawi di salah satu pekarangan petani yang tiba-tiba daunnya bolong akibat dimakan ulat Crocidolomia pavona.

Crocidolomia pavona merupakan salah satu hama penting pada tanaman sayuran Brassicaceae seperti kubis, brokoli, kol bunga, sawi dan lobak. Hama ini sangat merusak karena larva memakan tunas daun sehingga menghambat pembentukan daun baru. Bila tunas daun sudah rusak, ia akan pindah ke daun lainnya. Bila tidak segera dikendalikan, maka hama ini menyebabkan kerusakan parah dan gagal panen.

Salah satu upaya pencegahan dan pengendalian yang dapat diaplikasikan yaitu penyemprotan pestisida nabati bawang putih. Pemilihan bawang putih dikarenakan bahan mudah tersedia hampir di semua dapur, walaupun secara ekonomis petani masih perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkan bahan tersebut. Selain itu, penggunaan pestisida nabati ramah lingkungan sehingga petani mampu menghasilkan produk yang segar dan sehat.

Bawang putih (Allium sativum L.) mengandung zat-zat yang bersifat racun bagi serangga (alisin, aliin, minyak atisiri, saltivine, selenium, scordinin dan metilalin trisulfida) dan sebagai penolak kehadiran serangga. Efektivitas esktrak bawang putih untuk mengendalikan hama pada tanaman sawi sudah dibuktikan pada penelitian Hasnah dan Abubakar (2007). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih pada konsentrasi tertentu berpengaruh terhadap mortalitas, rerata waktu kematian, persentase pupa yang terbentuk, rerata imago yang muncul, dan rerata persentase luas daun yang terserang C. pavonana.

Adapun bahan yang dibutuhkan untuk membuat pestisida nabati bawang putih yaitu:
- 3 siung bawang putih
- 3 cangkir air sumur (400 ml)
- 1 pelepah kecil lidah buaya (sebagai perekat)

Cara pembuatan pestisida nabati dari bawang putih, yaitu:
- Bawang putih dihaluskan dan dicampur dengan air.
- Diamkan selama 1x24 jam dalam wadah tertutup.
- Haluskan lidah buaya dan campur dengan larutan bawah putih secara merata.
- Saring larutan dan tempatkan hasil ektraksi ke dalam semprotan.
- Aplikasi dilakukan pada pagi hari (sebelum matahari terbit) atau sore hari menjelang matahari terbenam), bila memungkinkan pada malam hari dikarenakan pada saat-saat tersebut ulat keluar dari persembunyian dan memakan daun. Interval penyemprotan dilakukan 2-3 kali seminggu.

Hasilnya,serangan ulat dapat dihentikan dan tanaman tumbuh normal kembali. Selamat mencoba.

Penulis: DELLY HOS KAPILA, SP (PPL Kecamatan Bluto), Kementan RI

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Daftar CASN Pake Calo

  2. Workshop Disabilitas Jember


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar
  2. 5
    Komentar

    Workshop Disabilitas Jember

  3. 3
    Komentar
  4. 3
    Komentar