Capaian Vaksinasi Pelajar di Kota Medan

0 0 60
Gambar untuk Capaian Vaksinasi Pelajar di Kota Medan
Hingga kini Pemko Medan telah berhasil memvaksin sebesar 80% dari jumlah total 105.651 pelajar SMP di Kota Medan. Capaian ini diperoleh setelah vaksinasi terhadap pelajar, khususnya berusia 12-18 tahun massif dilakukan. Dalam melakukan vaksinasi, Pemko Medan menargetkan 5.000 orang perharinya.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menghadiri Rapat Koordinasi bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Aula T. Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Senin (25/10) petang.

Sedangkan capaian vaksinasi guru-guru di bawah wewenang Dinas Pendidikan Kota Medan yakni TK/PAUD, SD dan SMP sudah sebanyak 86%. "Untuk guru yang belum divaksin, sebagian karena ada komorbid dan sedang hamil maupun masuk kedalam batas kehamilan yang tidak boleh divaksin," kata Bobby Nasution.

Selanjutnya, terkait program Guru Penggerak, Bobby menjelaskan bahwasannya guru-guru sekolah yang berada di bawah wewenang Kota Medan ada yang telah mengikuti program Guru Penggerak. Adapun perinciannya, jelas Bobby Nasution, sebanyak 11 guru PAUD, 55 guru SD dan 40 guru SMP.

Sementara itu Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dalam Rapat Koordinasi tersebut menjelaskan, saat menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) ini yang paling penting adalah mengakselerasi vaksinasi dan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Ditambah lagi, jelas Nadim, bagi anak PAUD dan SD PTMT ini sangat perlu dilakukan dibanding tingkat SMP dan SMA. Sebab, di tingkat PAUD dan SD yang paling rentan mengalami penurunan pembelajaran.

"Prioritas utama vaksinasi adalah untuk guru, baru setelah itu para siswa yang berumur 12 - 18 tahun. Disamping itu dalam PTMT ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga akan mendorong dilakukannya testing secara random kepada guru dan murid tingkat nasional. Oleh karenanya, kami memohon dukungan dari setiap kepala daerah untuk mendukung kegiatan ini. Hal ini dilakukan agar diketahui positive rate di sekolah selama PTMT berlangsung," kata Nadiem.

Terkait program guru penggerak, Nadiem menyampaikan, merupakan program yang sangat penting karena akan membawa perubahan bagi guru-guru lainnya. "Guru Penggerak ini akan menjadi prioritas dalam menempati kedudukan, misalnya saat ada kepala sekolah atau pengawas sekolah yang pensiun, maka mereka yang telah lulus seleksi dana program Guru Penggerak inilah yang akan diprioritaskan untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas di masing-masing daerah," jelasnya.

Sebelumnya, Gubsu mengatakan, saat ini ada sebanyak 22 kabupaten/kota di Sumut yang berada dalam PPKM level 3, 9 kabupaten/kota berada dalam PPKM level 2 dan 2 kabupaten/kota berada dalam PPKM level 1. Diungkapkannya, kondisi Covid-19 memang sudah sangat mereda di Sumut. Meskipun sudah mereda, jelas Gubsu, Pemprov Sumut tetap melakukan pengetatan bagi masyarakat agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19. “Kami mohon arahan dari Bapak Kemendikbud Ristek terkait pembelajaran tatap muka di Sumut ini," harap Gubsu.

#KolaborasiMedanBerkah
#MedanBerkah
#WangLi
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ayo follow, subscribe, like, share dan update informasi tentang Pemerintah Kota Medan melalui akun media sosial kami:
🔍 FB : Prokopim Pemko Medan
🐦 TW : @prokopim_medan
📷 IG : @prokopim_pemkomedan
🎥 YT : Prokopim Pemko Medan
🌐 Web : www.humas.pemkomedan.go.id
===============================

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak

  2. 7
    Komentar
  3. 5
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat

  4. 4
    Komentar

    PMI Tebing Tinggi Salurkan Bantuan Korban Banjir