Berdaya di Tengah Tekanan

3 0 291
Gambar untuk Berdaya di Tengah Tekanan
Salah satu dampak terbesar yang disebabkan Covid-19 adalah ketidak stabilan ekonomi. WHO bersama International Labour Organization (ILO), Food and Agriculture Organization (FAO) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) pada Oktober 2020 menyatakan bahwa disrupsi sosial ekonomi akibat Covid-19 amat besar. Puluhan juta orang dapat jatuh menjadi amat miskin. Jumlah orang kurang gizi di dunia yang pada Oktober 2020 diperkirakan 690 juta orang akan bertambah 132 juta lagi sampai akhir 2020.
Maka dalam rangka membantu ekonomi anggotanya, HAPSARI atau Himpunan Serikat Perempuan Indonesia, bersama Jaringan Perempuan Untuk Kesejahteraan (Ja-PUK) dan Gugus Tugas Covid-19 Sumut, mengakses Bantuan Sosial (Bansos) untuk Stimulus Ekonomi Bagi Keluarga Miskin Pelaku UKM/IKM terdampak Covid-19. HAPSARI berhasil menjangkau 245 orang penerima manfaat di tiga kabupaten, Serdang Bedagai, Deli Serdang dan Labuhanbatu. Bansos yang diterima merupakan bantuan nontunai berupa 2000 ekor bebek siap telur, 25 unit perlengkapan Hydroponik, 25 kilogram bibit kangkung, 10 unit mesin jahit, 10 unit steling kaca dan 10 unit kompor. Bantuan nontunai ini disalurkan untuk Komunitas Serikat Perempuan Anggota HAPSARI yang ada di kabupaten Labuhanbatu, Serdang Bedagai dan Deli Serdang.
Saat ini para penerima bantuan nontunai sudah mulai memetik hasilnya. Riani dari Desa Pondok Tengah, kec. Pegajahan kab. Serdang Bedagai misalnya, salah seorang penerima bantuan bebek sudah bisa menjadikan telur bebek sebagai oleh-oleh untuk saudaranya yang baru datang dari Kisaran, kab. Asahan. Saat saudaranya datang berkunjung kerumahnya Riani tidak punya uang sama sekali sehingga tidak bisa memberikan uang jajan bagi anak saudaranya, utungnya ada telur bebek yang sudah dikumpulkan beberapa hari, sehingga telur bebekk tersebut diberikan sebagai buah tangan keluarganya pulang ke Kisaran.
Lain lagi dengan Sri Rahayu dari desa Denai Kuala Kec. Pantai Labu, Kab. Deli Serdang yang menerima bantuan Steling, saat ini sudah berjualan jus dan makanan ringan seperti opak pedas, keripik singkong, untir-untir dan lain-lain dengan omset yang cukup lumayan. Sri mengambil produk makanan ringan dari anggota Komunitas yang memang memproduksi makanan ringan. Selain makanan ringan Sri juga membuat telur bebek asin. Telur bebek tersebut di beli dari peternak bebek yang merupakan komunitas penerima bantuan bebek petelur.
Satu hal yang menarik adalah beberapa orang anggota komunitas memutuskan untuk memelihara bebek yang diberikan secara bersama-sama sehingga, ada satu orang yang ditunjuk sebagai penanggungjawabnya. Untuk makan bebek tersebut di tanggung sacara bersama-sama. Dengan demikian jika ada kebutuhan telur bebek dala skala yang agak besar mereka bisa memenuhi kebutuhan tersebut.
Sementara untuk Hydroponik yang dibagi ke anggota komunitas sudah mulai menghasilkan sayur-sayuran yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Mereka sudah berhasil menanam kangkung, bayem dan lain-lain di hydroponik yang diberikan. Dan para penerima bantuan mesih jahit kini sudah mulaii menikmati hasilnya.
Semoga saja buah dari kerja keras yang dilakukan HAPSARI ini bisa dinikmati selamanya oleh para anggota.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. MALEAN SAMPI

  2. Dewata Kite Festival (Festival Layang-layang Pulau Dewata)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar

    RTAR VII PMII Fak.Tarbiyah Lahirkan Nakhoda Baru