BERALASKAN KARPET PLASTIK TBM SEKAWAN DOSO TERUS MENGEDUKASI DITENGAN WABAH COVID 19

4 0 556
Gambar untuk BERALASKAN KARPET PLASTIK TBM SEKAWAN DOSO TERUS MENGEDUKASI DITENGAN WABAH COVID 19
Suryati, warga Dukuh Sidomulyo RT 014/RW 002 Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi, Boyolali terus mengedukasi warga sekitar terutama bagi kalangan anak-anak. Setelah pemberdayaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sekawandoso yang telah diperdayakan beberapa tahun ini, kini ia merintis Taman Bacaan Alqur'an (TPQ) yang dibagi dalam dua kelompok. Les dilaksanakan tiap-tiap kelompok berangkat 3 kali seminggu untuk kegiatan TPQ dilaksanakan sehabis sholat magrib yang bertempat diruang perpustakaan beralaskan karpet plastik. Dengan fasilitas minim kami berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak agar nyaman belajar diperpustakaan yang kami rintis bersama suami. Untuk biaya TPQ digratiskan namun untuk les belum bisa gratis namun membayar seikhlasnya karena dari awal kami niat berjuang untuk kemajuan desa terutama untuk anak-anak dari tingkat PAUD sampai Sekolah Menengah Atas, perpustakaan kami menjadi edukasi belajar dan mencari buku yang mereka butuhkan untuk menunjang kegitan belajar dengan koleksi buku yang belum memadahi. Namun kami berusaha tetap mengalang donatur untuk menambah koleksi buku dan memperbaiki fasilitas perpustakaan karena perpustakaan ini kami dirikan swadaya dari kantong pribadi. Karena mereka adalah harapan Negri ini tandas suryanti saat wawancara. Peserta les mulai kelas 1-4 Sekolah dasar yang berada disekitar Desa Krobokan perbatasan dengan Kabupaten Purwodadi, tidak menutup kemungkinan peserta TPQ dan LES berasal dari Kabupaten Purwodadi yang dimana desa bersebelahan dengan Kabupaten Purwodadi dengan jumlah siswa 25 anak untuk keseluruhan. Untuk les dilaksanakan mengingat di tengah pandemi Covid 19 Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) belum bisa dilaksanakan dengan tatap muka disekolah mereka masing-masing, sedangkan jika daring tidak semua siswa mempunyai telepon genggam android. Kegiatan ini tetap mematuhi protokoler kesehatan tetap menggunakan masker, kami sediakan tempat cuci tangan dan menjaga jarak. Jadi kami memunggut biaya seikhlasnya digunakan untuk membeli sabun senhenitaizer dan alat penunjang protokoler kesehaan hal ini untuk keperluan siswa mengikuti LES dan TPQ ditempat kami tandas Suryanti yang akrab dipangil mbak Sur berprofesi sebagai guru PAUD yang berada didesa tersebut.
"Disamping itu orang tua juga kebanyakan berprofesi petani terlalu memberatkan jika tiap minggu beli kuota internet," jelas Suryati, Sabtu (1/8). Menurut Suryati apa yang dirintisnya baik TPQ maupun les sekolah mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Sedangkan terkait kendala tidak ada. "Tidak ada kendala yang berarti hanya saja pengedukasian ini perlu kontinyu dilakukan mengingat wilayah kami termasuk pelosok," tambahnya. Cita-cita Suryati tidak muluk-muluk, yakni kalangangan anak-anak tetap belajar meski di tengah pandemi Covid 19 tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada, karena dengan belajar ilmu pengetahuan akan terserap dan KBM sekolah tidak tertinggal. "Harapanya anak-anak tetap belajar meski di tengah pandemi. Kegiatan les dapat menjadi pengganti pelajaran sekolah yang tidak bisa dilaksanakan di sekolah karena masih pandemi Covid 19. Kami juga mengedukasi ayo tetap belajar dan tetap semangat meski di tengah pandemi Covid 19 ini," pungkasnya. #wargalawancovid19#MadaniCovid19

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar