Babat, Kota Tua Di Lamongan Yang Pernah Menjadi Pusat Pemerintahan Belanda

7 0 176
Gambar untuk Babat, Kota Tua Di Lamongan Yang Pernah Menjadi Pusat Pemerintahan Belanda
๐๐š๐›๐š๐ญ, ๐Š๐จ๐ญ๐š ๐“๐ฎ๐š ๐ƒ๐ข ๐‹๐š๐ฆ๐จ๐ง๐ ๐š๐ง
๐˜๐š๐ง๐  ๐๐ž๐ซ๐ง๐š๐ก ๐Œ๐ž๐ง๐ฃ๐š๐๐ข
๐๐ฎ๐ฌ๐š๐ญ ๐๐ž๐ฆ๐ž๐ซ๐ข๐ง๐ญ๐š๐ก๐š๐ง ๐๐ž๐ฅ๐š๐ง๐๐š

Lamongan, IDN Times - Sederet bangunan tua masih berdiri kokoh di sepanjang jalan Raya Surabaya-Bojonegoro, tepatnya di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Tak sembarang gedung, dahulunya bangunan-bangunan itu merupakan pusat pemerintahan Belanda.

Maklum, kota yang terletak sekitar 69 kilometer sebelah barat Surabaya ini merupakan daerah strategis karena menjadi titik pertemuan tiga kabupaten, yaitu Bojonegoro, Tuban dan Jombang. Belanda sendiri berada di Babat mulai tahun 1935 sampai sekitar tahun 1950an.

Liputan selengkapnya silahkan klik link atau tautan berikut ini,

https://www.idntimes.com/travel/destination/imron-saputra/babat-kota-tua-di-lamongan-yang-jadi-pusat-pemerintahan-belanda/4

Verified Writer :
Imron Saputra

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar