Asosiasi LPMK Kota Yogyakarta adakan Workshop Perencanaan Partisipatif dalam Pembangunan di Wilayah

1 0 188
Gambar untuk Asosiasi LPMK Kota Yogyakarta adakan Workshop Perencanaan Partisipatif dalam Pembangunan di Wilayah
Pamahaman perencanaan partisipatif dalam pembangunan di wilayah menjadi perhatian dan konsentrasi Asosiasi LPMK Kota Yogyakarta. Workshop perencanaan partisipatif dalam pembangunan di wilayah mengawali kegiatan persiapan Musrenbang. Kegiatan dilaksanakan, Rabu (11/11/2020) di Ndalem Kricak'an, Piyungan, Bantul.

Kegiatan dilaksanakan atas sinergisitas Asosiasi LPMK Kota Yogyakarta, Bidang Pemberdayaan Masyarakant pada DPMPPA Kota Yogyakarta dan owner Ndalem Kricak'an.

Workshop dihadiri oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Peremouan dan Perlindungan Anak (DPMPPA), Edy Muhammad, Bapeda Kota Yogyakarta,  Ketua Asosiasi LPMK, Haryanto, Seluruh Ketua LPMK se-Kota Yogyakarta dan staf PM DPMPPA.

Materi workshop disampaikan oleh Edy Muhammad Kepala DPMPPA, dan Shinta Hernawati, Bidang Perencanaan dan Pengendalian Bapeda Kota Yogyakarta.

Edy Muhammad menyampaikan materi semangat LPMK Sinergi Pemberdayaan Masyarakat jadi kegiatan dalam Pembangunan. Sementara Bapeda menyampaikan materi terkait Musrenbang 2021.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi  memberikan arahan bahwa tahun 2021, setiap kelurahan akan membuat masterplan, dan selama ini masing-masing memiliki perencanaan, baik kelurahan, kecamatan maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setiap kelurahan akan memiliki omnibus plan dan setiap kelurahan, kecamatan dan OPD mengacu pada omnibus plan dimaksud. Efisiensi dan efektif akan tercapai.

"Harapannya, tahapannya akan ada kelanjutannya, shg semua berkomitmen dalam menjalankkan. Harapannya akan efektif dan efisien dalam anggaran dan pelaksanaannya dapat terukur", ujar Heroe dihadapan Ketua LPMK se-Kota Yogyakarta.

Master plan yg disusun memiliki perbedaan dengan perencanaan lain, yaitu partisipatif dan peran pantahelix 5K (Pemerintah Kota Yogyakarta, Korporasi, Kampus, Kampung dan Komunitas).

Ia melanjutkan, masyarakat secara partisipatif diajak terlibat dan bermimpi ke depan secara bersama-sama. Tujuan yg diharapkan akan cepat tercapai.

Tugas LPMK setelah masterplan selesai disusun, adalah berkomitmen dan patuh atas rencana yang disusun tersebut. Setiap kegiatan akan terukur dan tahapan perencanaan lebih jelas. Diharapkan hasilnya akan Temoto, Temonjo dan Kroso.

Sementara Tugas Bapeda, pesan Wawali adalah melakukan kolaborasi untuk integrasi dan sinkronisasi dari semua pihak.

Pesan kedua dari Heroe Poerwadi, bahwa saat ini telah dibuat paket gowes wisata kampung dengan tidak mengurangi paket wisata lain.

Pitstop menjadi titik penting dalam gowes wisata kampung dan menjadi bagian dalam perencanaan dalam Musrenbang. Disamping kolaborasi dan bersinergi untuk mengangkat potensi kampung dan memastikan kesiapan kampung.

Setiap wilayah memiliki potensi dan perlu dibuat sedemikian rupa, sehingga lebih menarik dan digemari wisatawan. Bila perlu melibatkan wisatawan dalam atraksi, disamping tersedia potensi kuliner, dan bentuk lain sebagai oleh-oleh.

Sinergi kita, apa yg kita harapkan bersama dan apabila konsisten dengan apa yang kita rencanakan. Selain itu, perencanaan-perencanaan yang ada kita satukan ditambah dengan mimpi saat ini untuk kampung ke depan.(KangRozaq)

#DPMPPAKotaYogyakarta
#BidangPemberdayaanMasyarakatDPMPPA
#AbdulRazaq
#TerusBerbuat
#MemanfaatkanHidupUntukHidupBermanfaat

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar