Analisis Anggaran KIBBL, FORMAP-KIA Serahkan Rekoemndasi Ke DPRD

0 0 120
Gambar untuk Analisis Anggaran KIBBL, FORMAP-KIA Serahkan Rekoemndasi Ke DPRD
Bulukumba. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, dalam tiga tahun terakhir (2018-2020) jumlah kasus kematian ibu dan bayi baru lahir di Fasilitas Kesehatan yakni Rumah Sakit dan Klinik mengalami peningkatan sejalan dengan terjadinya pertambahan jumlah persalinan di faskes.

Pengurus Forum Masyarakat Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (Formap-KIA) yang juga Direktur Kopel Bulukumba, Muhammad Jafar menjelaskan jika pada tahun 2018 jumlah kasus kematian sebanyak 8 kasus, pada tahun 2019 sebanyak 4 kasus dan pada tahun 2020 sebanyak 3 kasus.

Angka kematian ibu dan bayi baru lahir berdasarkan data diatas belum diikuti dengan performa kebijakan penganggaran yang lebih optimal. Meskipun dalam KUA – PPAS telah ditegaskan komitmen Pemda dengan memprioritaskan peningkatan kualitas system pelayaan Kesehatan akan tetapi belum linear dengan anggaran, katanya. Rabu (24/11/2021).

Jafar menambahkan berdasarkan kajian pengangaran sektor Kesehatan yang yang dilakukan FORMAP KIA Bulukumba pada dua Tahun terakhir (2021-2022) menunjukan jumlah besaran belanja urusan Kesehatan dari Tahun 2021 sebesar Rp. 347,4 M (pokok) dan pada Tahun 2022 sebesar Rp.278,7 M (PPAS) atau mengalami penurunan sebesar Rp.68,7 M.

Dari hasil kajian yang dilakukan, FORMAP-KIA menyerahkan sejumlah poin Rekomendasi ke DPRD Bulukumba yang diterima langsung Wakil Ketua II DPRD Bulukumba, H. Patudangi Azis, S.Sos.

Beberapa Rekomendasi yang diserahkan diantaranya : 1) Optimalisasi Potensi Pendapatan Daerah Baik PAD maupun Pendpatan Daerah Lainnya. 2) Peningkatan anggaran Kesehatan khususnya pada pelayanan KIBBL. 3) Perencanaan program harus lebih spesifik yang berdasarkan pada kajian dan fakta lapangan terkait permasalahan layanan Kesehatan khususnya terkait Kesehatan Ibu Bersalin dan Bayi Baru Lahir (KIBBL). 4) Optimalisasi implementasi Perbup 73/2015 tentang Penyelamatan Ibu Bersalin dan Bayi Baru Lahir dengan memaksimalkan pelibatan FORMAP KIA dan optimalisasi penegak Perbup.

Jafar menambahkan jika rekomendasi tersebut diserahkan setelah melakukan kajian Anggaran khusus terkait pengelolaan pelayanan KIBBL, terdapat empat kegiatan dengan total anggaran pada tahun 2021 sebesar Rp.1,8 M atau 0,5% dari total belanja urusan Kesehatan dan pada Tahun 2022 sebesar Rp.433 juta atau 0,2% dari total belanja urusan Kesehatan atau berkurang sebesar Rp.1,4 M.

Rincian kegiatan tersebut yakni Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil dengan anggaran pada Tahun 2021 sebesar Rp.46,6 juta dan pada Tahun 2022 sebesar Rp.83,9 juta atau bertambah sebesar Rp.37,2 juta. Kegiatan Pengelolaan Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin pada Tahun 2021 sebesar Rp.1,77 M dan pada Tahun 2022 sebesar Rp.313 M atau berkurang sebesar Rp.1,56 M.

Kegiatan Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir pada Tahun 2021 sebesar Rp.27,6 juta dan pada Tahun 2022 sebesar Rp.11,3 juta atau berkurang sebesar Rp.16,3 juta. Kegiatan Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Balita pada Tahun 2021 sebesar Rp.29,9 juta dan pada Tahun 2022 sebesar Rp.24,6 juta atau berkurang sebesar Rp.5,3 juta, tegasnya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar