Anak - Anak Hebat Tanjungwadung Menyelamatkan Sampah Plastik hasil Cleanup

3 0 106
Minggu Ceria nama kegiatan yang digagas oleh komunitas Badala Nusantara, Alfan Tomim adalah pendiri dan pengelola Komunitas Badala Nusantara, komunitas yang berbasis di Kabupaten Jombang yang dilakukan bertujuan untuk membangun ruang belajar alternatif bagi anak. Kali ini kegiatan yang dilaksanakan di hari minggu tanggal 12 Sepetember 2021 berkolaborasi dengan LSM Sanggar Hijau Indonesia dengan bertemakan petualangan seru dan edukasi lingkungan. Keseruan itu diawali dengan perjalanan anak anak menuju hutan Jati di kawasan Desa Tanjungwadung Kecamatan Kabuh. Petualangan kelompok anak - anak hebat ini tinggal di Dusun Pasir yang melakukan perjalanan dengan memunguti sampah disepanjang jalan yang mereka laluli. Setiap kelompok anak membawa kantong untuk wadah sampah sampah yang mereka temukan. Mengitari rute yang dipandu oleh Sudikron, pemuda desa Tanjungwadung, anak - anak hebat tersebut dengan ceria bergerak beraksi clenup, sampai kadang kala harus berebut saat bersamaan menemukan sampah di dekat mereka. Setelah selesai beraksi mereka berkumpul kembali di tempat teduh dibwah rimbunan pohon bambu, disitulah Shanti Ramadhani ketua dari Perkumpulan Sanggar Hijau Indonesia memandu menjelaskan jenis jenis sampah untuk dipilah dan dapat dimanfaatkan. Dari Hasil sampah yang terkumpul terdapat sampah jenis kertas, logam dan plastik. Adapun jenis plastik sangat mendominasi, diantaranya ada botol dan gelas plastik serta berbagai jenis kemasan, bungkus kresek sampai ada beberapa sampah masker sekali pakai.
Dengan mengenalkan jenis sampah harapannya anak-anak juga mengetahui bagaimana cara memanfaatkannya agar nantinya ikut peduli tidak ikut membuang sampah sembarangan, menurut Shanti Ramadhani menjelakan tujuannya. Edukasi untuk menumbuhkan kepedulian tersebut dengan praktek langsung mengolongkan sampah yang laku di tukang rosok yang jenis bisa di daur ulang dan berikutnya jenis sampah yang tidak diterima di tukang rosok karena sulit didaur ulang yaitu kemasan, plastic kresek, dan sampah masker sekali pakai dari hasil cleanup tersebut. Maka Shanti Ramadhani memandu untuk memanfaatkan sampah plastik tersebut menjadi ecobrick jenis ecobrick samudera.
Ecobrick Samudra adalah plastik yang dikumpulkan dari pantai, sungai dan laut. Plastik-plastik ini cenderung besar, tebal, kotor, dan basah dan plastik-plastik ini diamankan menjadi balok bangunan yang praktis, yang akan dimanfaatkan menjadi bata bangunan sekolah alam dari progam renstra Sanggar Hijau Indonesia di th 2022. Membuat Ecobrick Samudra sangat mudah tidak memerlukan peralatan, mesin atau keterampilan khusus. Ecobrick Samudra merupakan rangkaian dua botol PET yang dipotong, diisi penuh dengan plastik, kemudian ditutup rapat, direkatkan dari ujung satu ke ujung lainnya. Dengan cara memotong tutup botolnya, terciptalah satu kemasan dengan bukaan yang cukup besar untuk memasukkan plastik yang tebal, besar dan kaku yang ditemukan hasil cleanup. eduli ekosistem lokal menyatukan semua orang dari berbagai kelas, usia, status ekonomi dan benua.
Proses pembersihan meningkatkan kesadaran akan konsekuensi dari konsumsi dan bahaya plastik. Kegiatan ber-ecobrick pada akhirnya memberikan pengalaman langsung atas solusi lokal yang melingkar (circular). Dan dengan banyaknya ecobrick samudra yang sudah jadi, memanfatkannya akan sangat menyenangkan. Menerapkan ecobrick samudra mengarah pada teknologi melingkar (circular), seperti ecobrick normal, bangunan tanah dan permakultur, penjelasan selengkapnya dapat diakses https://www.ecobricks.org/ocean-ecobricks/?lang=id.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. VAKSINASI INDONESIA BANGKIT


Komentar Terbanyak

  1. 10
    Komentar
  2. 4
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar