Ada Patahan Aktif di Teluk Tomini, Warga 3 Kecamatan di Gorontalo Perlu Waspada

6 0 328
Gambar untuk Ada Patahan Aktif di Teluk Tomini, Warga 3 Kecamatan di Gorontalo Perlu Waspada
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, di wilayah Gorontalo terdapat patahan bumi aktif yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan gempa dahsyat.

Patahan yang ada di Teluk Tomini itu setidaknya akan berdampak di 3 kecamatan di Kota Gorontalo, yakni Kecamatan Hulondalangi, Kecamatan Kota Barat, dan Dumbo Raya.

"Mau tidak mau kami tetap bertahan di sini, tidak mungkin kami harus meninggalkan harta benda kami di sini, meski sudah ada informasi bahwa pemukiman kami ada patahan bumi aktif, yang kami bisa lakukan hanya waspada saja," kata Dahila Abdullah, warga setempat kepada Liputan6.com, Jumat (19/7/2019).

Adanya patahan yang berpotensi gempa itu juga dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto. Dirinya mengatakan, benar tiga kecamatan itu dilalui oleh patahan bumi aktif yang berpotensi gempa.

"Saya mengimbau warga di tiga kecamatan itu tetap waspada," katanya.

Sumarwoto juga mengingatkan warga agar membatasi pembangunan di tiga kecamatan tersebut. Dan lebih dimbau untuk membuat ruang terbuka hijau (RTH).

" RTH itu sewaktu-waktu terjadi gempa bisa menjadi lokasi evakuasi," ujar Sumarwoto.

Menurutnya, patahan bumi itu setiap tahunya memang hanya bergeser sedikit gerakanya. Meski begitu masyarakat diimbau agar tidak memandang enteng hal ini.

"Meski pergerakanya hanya sedikit namun diperkirakan patahan bumi itu menyimpan energi besar yang sewaktu-waktu bisa memberikan dampak buruk bagi masyarakat Kota Gorontalo terutama di tiga Kecamatan itu," tandasnya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 6
    Komentar

    Lowongan DAILY WORKER JAKARTA

  3. 4
    Komentar
  4. 3
    Komentar

    Pergantian Jaga Prajurit Kraton Pakualaman di Jogja