10 Hari Bekerja, Warga Baluase dan Jono Antusias Bertemu PUSAKA

10 0 390
Gambar untuk 10 Hari Bekerja, Warga Baluase dan Jono Antusias Bertemu PUSAKA
Sigi - Ratusan warga desa baluase berbondong-bondong mendatangi kantor desa Baluase, Dolo Selatan, Sigi (29/7). Sejak Pukul 09.00 pagi hari, warga dari berbagai kalangan, sudah memenuhi halaman kantor desa baluase dengan berbagai ekspresi keceriaan.

Hari ini adalah hari pembayaran insentif pekerjaan padat karya kepada warga baluase oleh Yayasan Pusaka Indonesia yang bekerjasama dengan Caritas Swiss dalam program Padat Karya. Setelah sebelumnya warga desa baluase telah menyelesaikan pekerjaan selama 10 hari kerja dalam rangka pembersihan dan penggalian dibeberapa titik sasaran lahan dan saluran/irigasi yang rusak akibat bencana.

Padat Karya sendiri merupakan program yang digagas oleh Yayasan Pusaka Indonesia dalam bentuk pendampingan terhadap warga sebagai upaya pemulihan dan penguatan mata pencaharian, setelah sebelumnya ditimpa bencana pada 28 september 2018 silam.

"Mengawali program padat karya ini, kami mendampingi dan membuat Grup Diskusi Fokus bersama masyarakat untuk menentukan apa-apa saja yang akan di kerjakan. Dalam diskusi tersebut kami akhirnya bisa memetakan akses jalan yang rusak, saluran irigasi, jalan produksi, yang kesemuanya jika di bersihkan akan membuat masyarakat bisa bekerja seperti semula." Jelas Kristina Perangin Angin, Program Manager dari Yayasan Pusaka Indonesia saat di Jumpai di Lokasi Pemberian Insentif.

Ibu Tina, sapaan akrab perempuan tangguh Yayasan Pusaka Indonesia tersebut menambahkan, bahwa tujuan pemberian insentif tersebut bukan semata-mata sekedar memberi upah atas hasil pekerjaan lahan mereka sendiri, melainkan untuk membangun kembali semangat kerja bagi masyarakat yang pada akhirnya menumbuhkan kembali kekuatan ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan.

"Hari ini pemberian insentif kepada 131 warga desa di baluase, dan 148 warga desa jono, besok akan di lanjutkan di desa Sambo dan wisolo dengan agenda yang sama. Kedepannya, kami akan melanjutkan program kami di 4 desa ini (Jono, Sambo, Wisolo dan Baluase) dengan terfokus pada Penguatan Mata Pencaharian dan Perencanaan Pengurangan Risiko Bencana. Pulihnya akses jalan produksi, irigasi dan ladang-ladang perkebunan/pertanian warga harus ditindak lanjuti dengan program tersebut, agar lebih berkelanjutan dan berkemanfaatan bagi warga. Kami sangat mengharapkan dukungan semua kalangan, terkhusus dari warga setempat dalam proses pelaksanaan program kami. Bantu kami untuk membantu kalian", Jelas Ibu Tina di akhir wawancara.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!