YOGYAKARTA DAN SENI TEATER

warga di sekitar Anda di Sewon, Bantul
42289 medium post 49342 60942caf e951 413a a806 2232179dc0f7 2018 12 11t08 24 44.099 07 00 42290 medium post 49342 d6bfbe03 f32f 41bf 80ef 7432a507c1a0 2018 12 11t08 24 46.192 07 00 42291 medium post 49342 1ac48e6d e60d 4b94 ad50 7bd1a9a6bc3c 2018 12 11t08 24 50.962 07 00 42292 medium post 49342 04e5abf7 dacc 4391 bdca ff45bad9da15 2018 12 11t08 24 57.903 07 00 42293 medium post 49342 82e100b3 c7a0 41aa 99ec be2b475af083 2018 12 11t08 25 09.248 07 00
Yogyakarta dan seni adalah dua kata yang tidak bisa terpisahkan
Banyak tokoh seniman hebat, lahir, tumbuh dan dikenal berawal dari kota ini.
Seni mengalir hampir dalam setiap gerak laku masyarakatnya sehari-hari.
Tidak heran jika seni dan budaya menjadi hal yang dicintai serta mampu menyatukan keberagaman dan perbedaan dengan cara yang indah.
Berbagai seni hadir menguatkan Yogya sebagai kota seni dan budaya., termasuk seni teater didalamnya
Demikian juga halnya dengan TEATER ALAM yang hampir berusia 47 tahun.
Digawangi oleh Azwar AN sebagai salah satu pendiri nya.Masih tetap bertahan hingga saat ini.
Tidak sedikit tokoh seniman besar juga lahir di teater ini
Dalam rangka menyongsong usia teater alam yang ke 47 tahun dan dalam rangka reuni .
Pada Sabtu 8 Desember 2018 bertempat di concert Hall, Taman budaya Yogyakarta .Digedung yang megah ini pada pukul 19.00 wib dipentaskan sebuah pertunjukan teater yang berjudul Monserrat.
Kisah tentang perjuangan kepahlawanan yang dialih bahasakan oleh Drs. Asrul Sani ini menggambarkan perjalanan,perjuangan yang menggetarkan nurani, dari seorang manusia yang dikenal sebagai Montserrat.
Dimainkan oleh sederetan nama seniman: Daning Hudoyo sebagai montserrat, Edy jebeh sebagai Zuasola, Meritz Hindra sebagai izquerdo, Udik supriyanta sebagai juan salcedo, Daru Maheldaswara, Bambang Wartoyo sebagai Paderi, Wahyanagiri sebagai arnal luhan, anastasia sebagai ibu, Dina megawati sebagai Elena, Gege hang andika, Budi mulyana sebagai prajurit Spanyol, MN Wibowo sebagai richardo, dinar saka sebagai morales.
Dengan disutradarai secara apik oleh Puntung CM Pudjadi.
Cerita ini diharap mampu menginspirasi generasi muda disamping sebagai eksistensi sebuah teater besar yang semangatnya tak akan meredup.
Selamat berulang tahun TEATER ALAM teruslah berkarya, menginspirasi manusia agar tetap memiliki jiwa, hati nurani dan rasa... #mbs081218
penulis juga pengurus di KOSETA koperasi jasa seniman dan budayawan Yogyakarta.
penggiat literasi perempuan
ketua komunitas PADI
koordinator Satgas PPA bantul Yogyakarta
cp:081215788958
Sudah dilihat 108 kali

Komentar