Yogya Semesta, solidaritas Yogya

36039 medium post 44336 77728663 c36d 4111 92a5 2363b6dd6b9f 2018 10 17t02 16 17.496 07 00 36105 medium post 44336 12e6b8b1 09bd 42e9 b746 5ac0745dab01 2018 10 17t16 48 17.639 07 00 36107 medium post 44336 27e27d85 605a 4f20 9c5b 659dbcfbe145 2018 10 17t16 48 18.606 07 00 36043 medium post 44336 efbdfa93 1d88 4571 ad91 98e8c4489960 2018 10 17t04 29 47.501 07 00 36106 medium post 44336 f95112e8 bcdb 4d3c 884e 97506dd03337 2018 10 17t16 48 18.117 07 00
Yogya semesta adalah sebuah acara yang digelar setiap bulan, pada hari Selasa dengan tema yang selalu berganti.
Yogya semesta kali ini masuk ke edisi 111, dengan mengangkat tema " meningkatkan solidaritas kaum muda"
Juga dalam rangka memperingati hari Sumpah pemuda. yang jatuh pada setiap tanggal 28 Oktober.

dilaksanakan di bangsal kepatihan.
pada hari Selasa, 16 Oktober 2018.

diawali dengan dialog bersama bapak Kapolda Brigjen (pol) Drs. Ahmad Dofiri, Msi dan Brigjen (TNI) M. Zamroni, Danrem 072 pamungkas.
dialog dipandu oleh bapak Hari Dendi yang juga pengasuh dari acara Yogya semesta dan co host mas Rommy Heryanto yang membawa acara semakin hikmat.

bahwasanya setiap masyarakat bertanggung jawab menumbuhkan rasa senasib sepenanggungan, karena dengan itulah solidaritas bisa terbentuk.
demikian bapak Danrem memyampaikan.


waspadai setiap usaha memecah belah, yang memperuncing perbedaan, dan mengadu domba.

baru saja bencana alam yang beruntun menghantam seluruh mahluk tanpa peduli suku, agama, ras, seakan pertanda Tuhan sedang melunakkan hati kita semua.
semua pasti bisa teratasi hanya dengan bergandengan tangan, persatuan dan kesatuan tanpa memandang perbedaan yang ada.

ya kita adalah satu,
satu tanah air, tanah air Indonesia,
satu bangsa, bangsa Indonesia
satu bahasa, bahasa Indonesia

Yogyakarta sebagai city of tolerance, miniatur Indonesia. seluruh budaya dari pelosok negeri berkumpul disini.
apapun yang terjadi di kota ini adalah simbol yang terjadi di tanah pertiwi.

dampak bencana dikota lain akan sangat terasa di kota Yogya, dalam bencana yang terjadi di Sulawesi cukup besar jumlah mahasiswa yang sedang menuntut ilmu dikota Yogya, sekitar 600 mahasiswa terancam tidak mendapatkan kiriman untuk biaya hidup karena kota asal mereka masih membutuhkan waktu cukup lama untuk pulih.

warga Yogya tidak berpangku tangan, dapur umum di asrama daerah yang terdampak bencana didirikan, bantuan materil dikerahkan, kampus kampus membebaskan bea kuliah...

ya.. dari Yogya untuk Indonesia



Ditulis oleh
Miftah Bachria Saadah, koordinator PADI komunitas perempuan adiluhung diy
bergiat di KOSETA. koperasi seniman dan budayawan Jogjakarta

tidak hanya menulis di media sosial,
beberapa tulisannya ada di buku antologi kebangsaan bersama teman seniman dan budayawan.
juga ada di buku bunga rampai nya kominfo diy.

senang menulis dan membaca puisi.
beberapa puisinya juga dibacakan diberbagai event.
terdapat di buku puisi Senja bersastra, buku cindera kata untuk JIBB Jogjakarta international batik bienalle 2018
juga sebagai host radio di program radio koseta.
di BARA FM, salah satu radio di Diy

juga sebagai relawan satgas PPA perlindungan perempuan dan anak


Sudah dilihat 195 kali

Komentar