WORKSHOP INKLUSI DAN DISABILITAS DALAM PRESPEKTIF JURNALISME

26577 medium post 35773 f1e8debf 69fd 4309 8653 66c3a8027b56 2018 06 09t21 18 41.339 07 00
Wonosari, AtmaGo
Dalam rangka dukungan terhadap partisipasi disabilitas dalam mekanisme pemerintah di tingkat daerah, Handicap Internasional (HI) melalui Proyek Advokasi untuk Perubahan (AfC) menyelenggarakan Workshop Inklusi dan Disabilitas dalam Prespektif Jurnalisme pada hari sabtu (9/06/2018) bertempat di Kampung Tani Resto Piyaman.
Dengan di hadiri oleh jurnalis dari berbagai media dan kelompok perempuan dari berbagai desa yang ada di Gunungkidul.

Kabupaten Gunungkidul menduduki rangking pertama jumlah disabilitas terbanyak se DIY sehingga perlu fasilitas publik yang aksesabel sehingga penyandang disabilitas dapat berperan aktif dalam setiap kegiatan di dalam masyarakat maupun pemerintahan.
Perda no 9 tahun 3016 tentang disabilitas kabupaten Gunungkidul sudah mengatur tentang hak hak disabilitas sehingga perlu upaya untuk memaksimalkan peraturan daerah tersebut. Bahwa penyandang disabilitas butuh disetarakan dengan warga yang lainnya ungkap Suryatiningsih Budi Lestari direktur CIQAL.
Dan peran orangtua juga sangat diperlukan sebagai dorongan untuk menumbuh kepercayaan diri terhadap penyandang disabilitas.

Sementara menurut Jurnalis senior Agoes Widharto issue tentang disabilitas kurang menarik karena sampai dengan saat ini isu yang menarik di mata masyarakat adalah sex,roman dan kriminal jadi perlu adanya upaya bersama menjadikan isu disabilitas sebagai isu bersama. Karena penyandang disabilitas butuh kesetaraan dalam memperoleh akses pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, politik dan lainnya.(*)
Sudah dilihat 77 kali

Komentar