Wayang dan Cliwik

24 September 2019, 21:25 WIB
2 0 1036
Gambar untuk Wayang dan Cliwik
Ketika kecil atau usia remaja saya masih ingat bahwa jika ada tontonan wayang kulit di tetangga desa (merti dusun), maka hal pertama terlintas adalah cliwik. Meski di sekolah tidak diajarkan tentang wayang, tetapi karena di masyarakat dan keluarga, wayang senantiasa hadir dalam bentuk lain. Maka anak-anak relatif mengenal wayang kulit.

Saya ingat sering adu wayang dengan teman sebaya tahun 1980an. Meski sedikit aneh namun saat itu tokoh-tokoh wayang dalam wujud gambar yang ada dalam kertas kecil sangat dikenal oleh anak-anak pada saat itu. Caranya dua gambar wayang yang akan di adu di jadikan satu lalu dilempar ke udara. Aturan adu wayang kertas adalah yang menang ketika gambar wayang berada dan tampak, sedangkan yang kalah jika gambar wayang tidak tampak atau berada di balik. Gambar wayang yang jelek atau sik kulut-kulut biasane kalau di adu selalu menang. Sekalipun dalam lakon asli Janoko tidak bisa kalah oleh Raksasa Rambut Geni. Tetapi dalam kenyataan adu wayang kertas Janoko tetep wae kalah. Jika ada pertunjukkan wayang kulit, hal pertama yang saya ingat kenapa waktu itu ingin kesana dan pamit untuk nonton kepada orang tua adalah karena ada cliwiknya.

Seakan menjadi magnet. Saya paham bahwa cliwik itu termasuk judi dan hukumnya berdosa jika melakukanya. Namun kalau nonton wayang kulit tetapi belum nonton cliwik rasannya ada hal yang kurang. Memang kadang orang tua saya tidak selalu mengijinkan boleh nonton. Beragam alasan, mulai dari ini malam, besok ndak ngantuk sekolah dll. Tetapi karena pamitnya hanya sebentar, biar tahu budaya wayang, akhirnya diperbolehkan. Bergantung siapa teman nontonnya. Karena ada teman saya kalau ditempat pertunjukkan wayang lebih suka dan lebih asyik nonton orang cliwik (berjudi). Itu menjadi larangan pertama orang tua saya jika nonton. Ini adalah kategori adegan orang dewasa sebenarnya. Tapi timbul pertanyaan dan rasa penasaran membawa saya juga untuk nonton. Walau jauh sekali menurut jarak tempuh masa itu tetap saya datangi. Sehabis nonton, pagi atau siangnya, teman-teman saya cerita pengalaman seru mereka semalam tentang cliwik. Namun juga masih bisa bercerita lakone wayang apa. Siapa dalangnya, seru tidak dsb.

Di satu sisi belum waktunya bagi saya dan teman-teman untuk tahu cliwik. Namun di sisi lain ada untungnya, saya harus selektif kalau nonton wayang waktu itu.

Bagi saya cliwik dan wayang menjadi sesuatu hal yang biasa kala itu. Dua hal ini saling beririsan. Bagai dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Saya tidak menganggap bahwa cliwik itu legal jika ada ditengah-tengah pertunjukan wayang. Tetapi itu mengingatkan kita kepada suatu kejadian masa lalu, dimana karena ada satu hal yang tidak diperbolehkan itu menjadikan saya dan banyak orang lebih selektif. Mampu membedakan hal baik dan buruk. Itulah proses pembelajaran baik buruk dijamannya. Tentu saya bukan berarti bahwa boleh melegalkan judi. Namun dari situ saya ada sebuah pengetahuan. Dimana kita dihadapkan dalam dua pilihan baik atau buruk. Meski kenyataan hari ini bahwa cliwik bertentangan dengan hukum dan agama. Dilarang keras dan ada bukti sanksi tegas hukuman bagi yang melanggarnya. Sehingga peradaban baru saat ini menghapusnya.

Belajar dari pengalaman itu kiranya hari ini cliwik dan wayang tidak kita maknai seperti jaman dulu. Peningkatan pengetahuan dan agama apapun kita dijaman digital ini mengajarkan hal yang lebih mulia. Agar kita tetap fokus kepada wayang sebagai sumber ilmu dan kebajikan hidup dalam tuntunan budi pekerti luhur. Sebagai contoh wujud watak manusia. Agama dalam spirit kita untuk berbakti kepada Purbaning jagad. Wayang sebagai simbol penyerahan diri kita kepada sang Purbaning Rat untuk perbuatan kebajikan hidup yang bermartabat.

#dusungowokdesakebonharjo

  Komentar untuk Wayang dan Cliwik

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Tetangga suplai logistik warga isolasi mandiri di Kepatihan

    Deni Suryanti  di  Surakarta Kota  |  15 Oct 2020
  2. Menguatkan Ketahanan Pangan, Kelurahan Wirogunan adakan Pelatihan "Buledamber"

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Oct 2020
  3. Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  19 Oct 2020
  4. Hoax Pilkada Bisa Menimpa Siapa Saja

    Desty  di  Surakarta Kota  |  15 Oct 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Hoax Pilkada Bisa Menimpa Siapa Saja

    Desty  di  Surakarta Kota  |  15 Oct 2020
  2. 2
    Komentar

    Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  19 Oct 2020
  3. 2
    Komentar

    Sebagian Kain Menghasilkan Mikroplastik Ketika Dicuci

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Songgon, Banyuwangi  |  18 Oct 2020
  4. 2
    Komentar