Waspadai Hama Ulat Impor Perusak Tanaman Jagung

66936 medium img20190710101909 66954 medium caterpillar 4298561  340
Oleh : Ananda Muhammad Firdaus

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Tanaman jagung di Indonesia mendapat ancaman serius dari hama ulat impor spesies Spodoptera Frugiperda. Hal itu berhasil diungkapkan setelah Institut Pertanian Bogor (IPB) meneliti perkebunan jagung di sejumlah wilayah.

"Hama ini bergerak sangat cepat dan merusak," kata Ketua Departemen Proteksi Tanaman IPB Suryo Wiyono melansir Republika.co.id, Senin (15/7).

Pakar hama tanaman IPB, Dr Dewi Sartiami, menjelaskan serangan hama baru ini telah diverifikasi berdasarkan hasil penelitian di Pasaman, Sumatera Barat. Saat ini, kata dia, penyebarannya terus meluas sampai ke Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat.

"Melihat sebaran serangan hama ini yang terus meluas, diperkirakan hama ini masuk ke Indonesia sudah cukup lama tapi baru kita ketahui sekarang," ujarnya.

Dewi menambahkan kerusakan yang diakibatkan oleh hama ulat grayak ini umumnya terjadi pada tanaman jagung muda. Tingkat serangan yang ditimbulkan pada tanaman jagung bisa mencapai 100 persen dengan kerusakan mencapai 40 persen.

Hama Spodoptera frugiperda ini, kata dia, merupakan hama yang telah menimbulkan kerusakan serius di India, Brasil, Togo, Afrika dan Thailand. "Jadi kita harus bekerja sama di semua level dan kita harus siap-siap adanya potensi serangan hama lainnya juga," kata dia.

Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Benih Kementerian Pertanian, Maman Suparman, meminta semua pihak untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Terutama, kata dia, para petani jagung di wilayah Sulawesi Selatan yang menjadi sentra produksi jagung maupun Jawa Timur yang menjadi lokasi sentra benih jagung.

"Sejauh ini memang bukan OPT (organisme penganggu tanaman) karantina 2018. Jadi kami terima kasih kepada IPB yang sudah melaporkan temuan ini," katanya.

Sementara itu, Reflinaldo dari Universitas Andalas Sumatera Barat, membenarkan serangan ulat hama impor ini sudah menyerang di hampir seluruh kabupaten di Sumatera Barat. Serangannya ulat ini, kata dia, terjadi pada tanaman sweet corn atau jagung buat makanan manusia hingga jagung buat pakan ternak.

"Sampai bulan ini, saya terus memantau dan diketahui bahwa hampir seluruh kabutapen yang menanam jagung sudah dilaporkan (adanya serangan Spodoptera frugiperda)," katanya.

Sudah dilihat 44 kali

Komentar