Waspada! Pencurian Uang dengan Modus Penipuan via ATM Makin Marak di Kota Malang.

7058 medium atm bca di jalan agus salim kota batu nyaris dibobol pencuri 20160920 194527
Pencurian dengan cara menipu kembali terjadi di Kota Malang. Seorang warga Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Nurul Mardiana (28) menjadi korban pencurian dengan cara tersebut.

Pencuri diduga menggasak uang Nurul dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) sebuah bank di Jl Panji Suroso Kecamatan Blimbing, Kamis (22/9/2016). Pencuri bisa mengambil uang dari mesin ATM itu karena kartu ATM Nurul terjepit di mesin tersebut.

Hilangnya uang Nurul bermula ketika dia hendak mengambil uang dari mesin tersebut. Namun kartu ATM-nya tersangkut dalam proses pengambilan. Nurul pun menghubungi nomor telepon yang ada di mesin ATM tersebut.

Orang yang menerima teleponnya, memandu Nurul. Salah satu panduannya, Nurul diminta menyebutkan nomor PIN-nya. Selanjutnya Nurul diminta mendatangi kantor bank itu.

Nurul mendatangi kantor bank. Ia mengadukan persoalannya. Dan ketika saldonya dicek di bank itu, saldo di tabungannya berkurang. Uang yang hilang dari ATM-nya akibat penarikan oleh orang tak dikenal mencapai Rp 15 juta.

Kasus itu dilaporkan ke Polres Malang Kota. Selain aksi penipuan yang berujung pencurian itu, sepekan ini, Polres Malang Kota juga menerima setidaknya dua laporan penipuan secara online. Kasus pertama menimpa warga Kelurahan Sawojajar Kecamatan Kedungkandang, Joko, yang ditipu oleh seseorang melalui akun facebook.

Orang yang diduga menipu itu meretas FB milik teman korban. Orang itu kemudian meminjam uang kepada Joko, dengan alasan untuk membiayai pengobatan anaknya. Joko pun mentransfer uang sebesar Rp 3,5 juta kepadanya. Usai mentransfer, barulah diketahui jika akun FB itu telah diretas seseorang dan dimanfaatkan untuk menipu.

Kasus penipuan dengan mengatasnamakan tenaga medis di RS Saiful Anwar juga kembali terjadi. Kali ini menimpa warga Kecamatan Blimbing. Seorang penelepon mengaku sebagai pegawai RS Saiful Anwar meminta biaya pengobatan untuk anak korban. Besarnya Rp 4 juta. Namun setelah uang ditransfer, barulah korban tersadar telah ditipu. Ia juga mendapati anaknya baik-baik saja di rumah.

Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada dan tidak mudah percaya.

"Pelaku memakai sejumlah cara untuk menipu. Sebaiknya jangan panik terlebih dahulu, tenang, sebelum memastikan apakah telepon yang diterima berasal dari penipu," ujar Nunung, Jumat
Sudah dilihat 209 kali

Komentar