(Waspada Modus Penipuan) Komplotan Ini Tipu Wanita yang Berduka Lewat Obituari

warga di sekitar Anda di Gambir, Jakarta Pusat
9858 medium %28waspada modus penipuan%29 komplotan ini tipu wanita yang berduka lewat obituari2
Lima orang komplotan penipu ditangkap tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya setelah menipu seorang wanita bernama Teng Ie Ie, yang baru saja ditinggal mati suaminya, Irsan Tionardi. Para pelaku menipu korban setelah melihat iklan obituari kematian suaminya yang dimuat di salah satu surat kabar.

"Banyak masyarakat yang melaporkan terkait penipuan melalui online. Kemudian kita melakukan penyelidikan dan salah satu peristiwa yang terjadi, saat itu ada korban yang kebetulan suaminya meninggal dunia dan saat itu jenazah sudah disemayamkan di salah satu rumah duka di Jakarta Barat," kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2017).

Kelima pelaku yang ditangkap itu masing-masing berinisial MT (36), ASS (23), BH (22), SA (35), dan SAK (44). Para pelaku ditangkap di beberapa lokasi pada Selasa (17/1).

Kasus ini berawal ketika Irsan meninggal pada 18 Desember 2016. Saat itu, korban hendak menyemayamkan jenazah suaminya di rumah duka Jabar Agung, Jelambar, Jakbar.

"Meninggalnya suami korban ini dimasukkan di salah satu surat kabar (obituari). Ternyata kondisi ini dimanfaatkan pelaku penipuan online dengan mengidentifikasi korban yang ada di media, kemudian mencari alamat dan setelah itu dia mendapatkan nomor telepon," terang Didik.

Dalam obituari tersebut, Teng Ie mencantumkan tempat persemayaman jenazah suaminya di rumah duka di Jabar Agung. Obituari ini kemudian dibaca oleh para pelaku yang kemudian memanfaatkannya.

Para pelaku kemudian mencari nomor telepon rumah korban melalui layanan 108. Setelah mendapatkan nomor telepon, mereka menghubungi korban seolah-olah dari Rumah Duka Jabar Agung.

Dengan tipu dayanya, para penipu kemudian berpura-pura sebagai petugas dari rumah duka dan meminta korban mengirimkan uang muka untuk jasa persemayaman jenazah suaminya itu. Tanpa rasa curiga, korban kemudian mengirimkan uang ke rekening pelaku.

"Awalnya pelaku meminta uang Rp 40 juta, kemudian ditransfer oleh korban via m-banking," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aries Supriyono.

Tidak berselang lama, saat korban menuju rumah duka, pelaku kembali menghubungi korban dan meminta uang Rp 20 juta dan dibuatkan kuitansi.

"Di situ korban mulai curiga dan mengatakan kepada pelaku 'nanti saja'," ungkapnya.

Diam-diam, korban kemudian menghubungi pihak rumah duka. Setelah berbicara dengan seorang staf rumah duka, korban baru menyadari bahwa dirinya telah tertipu. Atas hal itu, korban kemudian melapor ke Polda Metro Jaya.

Para pelaku ditangkap polisi dengan barang bukti sejumlah buku tabungan dan ATM serta telepon seluler. Mereka dijerat dengan Pasal 378 juncto Pasal 480 juncto Pasal 55 dan/atau Pasal 56 KUHP tentang Penipuan dan/atau Penadahan dan/atau Turut Serta.

Sumber: Detik
Sudah dilihat 142 kali

Komentar