Warga Tarumajaya Keluhkan Tarif Truk Sampah Rp. 700 ribu

17095 medium 1506990186629
Warga Tarumajaya Keluhkan Tarif Truk Sampah Rp. 700 ribu

TARUMAJAYA Kab Bekasi - Persoalan sampah yang menggunung di lingkungan Gang Turi Jaya 4 RW 011, Desa Segara Makmur, tentunya bukan lagi menjadi hal yang baru, bahkan sudah menjadi perhatian khusus orang nomor satu di Segara Makmur (H. Agus Sopiyan.SE), sampai mendatangkan kendaraan khusus untuk mengangkut tumpukan sampah yang menggunung.

"Kepala Desa Segara Makmur telah melakukan inisiatif, untuk memindahkan atau mengangkut tumpukan sampah dengan meminta Mobil Dinas Kebersihan Tarumajaya, pengangkut sampah ke tempat Pembuangan akhir," kata Carsim warga Kampung Turi Jaya sekaligus Ketua BPD, Minggu (2/10).

Dikatakan Carsim, setelah dilakukan 2 (dua) kali pengangkutan atas inisiasi Kepala Desa (ongkos mobil ditanggung oleh Kepala Desa Segara Makmur), akan tetapi tumpukan sampah di lingkungan RW 011 masih saja menggunung dengan kisaran masih tersisa lebih dari 10 ritasi, yang harus di lakukan mobilisasi.

"Terima kasih Kades Segara Makmur yang telah menyediakan sarana pengangkut sampah sebanyak dua rite dengan mobil dinas kebersihan sekaligus dengan biaya/ongkos angkut sampah yang terbilang cukup fantastis Rp 700 ribu/ mobil ," terangnya.

Carsim menambahkan, bahwa persoalan sampah di RW 011, maju kena mundur kena.
"Bagai makan buah simalakama. Ongkos/ Biaya Angkutan armada sampah milik Pasar Tarumajaya awalnya dipatok biaya cukup tinggi kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 700 ribu per mobil sekali angkut," ungkap Carsim.
Sementara itu Umar, Petugas Lapangan Dinas Kebersihan Tarumajaya saat di konfirmasi tarif Rp. 700 ribu mengaku tidak tahu mengenai hal tersebut.
"Saya tidak tahu pak, kalau soal biaya/ongkos saya tidak tahu. Saya hanya menjalankan tugas dan perintah atasan saja, saat ini tugas saya hanya ngambil ongkos Rp 700 ribu/ mobilnya, itu pun atas perintah pimpinan saya (UPTD kebersihan)" jelasnya dengan singkat. (Cep/Luk - redaksibekasi.com)

http://www.redaksibekasi.com/2017/10/wowkendaraan-dinas-kebersihan-di.html

Komentar