Warga Tangerang Akhirnya Terima Vaksin Rubella

31188 medium rubella
Terbitnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan vaksin Measles Rubella (MR) haram, sempat membuat masyarakat Tangerang takut memvaksin anaknya.

Tak pelak, penolakan warga itu menjadi tantangan bagi Dinas Kesehatan setempat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Tidak sedikit yang mengerti, namun banyak juga yang tetap menolak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi mengatakan, penolakan warga itu sebenarnya masih dalam batas yang bisa dimengerti. Namun setelah mendengarkan penjelasan dari petugas, banyak warga yang akhirnya bisa menerima.

Penolakan warga, kata dia, semakin kuat setelah ramai pemberitaan bahwa vaksin MR yang diproduksi Serum Institute of India (SII) mengandung babi, sehingga hukumnya menjadi mubah jika digunakan. Vaksin MR bermanfaat dan sangat mendesak. Anak-anak harus diberikan imunisasi campak. Sebab, campak bisa menimbulkan kematian dan menular.

Hal yang membuat vaksin MR itu haram adalah bahan dasarnya yang mengandung babi. Tetapi setelah melewati proses menjadi halal digunakan. Di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pemberian vaksin MR sudah selesai dilakukan tahun lalu. Hasilnya bisa sesuai dengan target yang ditetapkan.

Beberapa sekolah (kebanyakan sekolah-sekolah Islam) telah dilakukan edukasi tentang pentingnya pemberian vaksin MR, dan penjelasan dari MUI. Akhirnya banyak warga yang tadinya menolak karena melihat bahan dasar vaksin jadi merasa yakin.
Sudah dilihat 17 kali

Komentar