Warga Sebut Pabrik Pewangi Pakaian di Depok Tak Miliki Izin Lingkungan

29756 medium dpk
Warga Perumahan Pesona Madani Kelurahan Rangkapan Jaya Baru mendesak Pemkot Depok menutup pabrik pewangi pakaian milik CV Mawar Cipta Mandiri.

Permintaan itu tidak hanya didasari karena bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan warga. Tapi juga karena melanggar ketentuan pemerintah hingga menyebabkan rusaknya lingkungan hidup sekitar.

Pabrik pewangi pakaian harusnya punya izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) karena usahanya berbahaya bagi lingkungan warga. Tak hanya izin lingkungan, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang dimiliki juga bukan diperuntukan untuk pabrik yang berdiri Februari 2018 lalu.
Kata kuasa hukum warga, saat diminta menunjukkan izin UKL dan UPL pihak CV Mawar Cipta Mandiri tidak dapat menunjukkan izin yang seharusnya dimiliki. Hal itu diketahui warga saat bertempat dengan pimpinan CV Mawar Cipta Mandiri di Kelurahan Rangkapan Jaya Baru pada 9 Maret 2018 lalu.

Warga juga memantau drum berlogo kobaran api dalam segitiga berwarna merah yang menandakan bahan mudah terbakar dan drum tersebut dibiarkan begitu saja di bawah sinar matahari. Sejumlah warga bahkan pernah melihat pegawai CV Mawar Cipta Mandiri merokok dekat drum itu.

Perihal kerusakan lingkungan, selain bukti hasil uji laboratorium bahwa udara di lingkungan perumahan Pesona Madani tercemar.

Pasokan air yang digunakan warga mulai mengering karena sumur pabrik CV Mawar Cipta Mandiri lebih dalam dibanding milik warga.

Air jadi kering dan berbau, baunya wangi seperti kena biang wangi. Suku mereka ini lebih dalam karena untuk kebutuhan industri, kalau warga kan hanya untuk keperluan sehari-hari.

Izin penggunaan toren ukuran besar juga dipertanyakan. Keberadaan toren ini diketahui saat warga melongok ke lahan belakang pabrik tempat penyimpanan. Toren yang mereka pakai ukuran 2.500 liter, itu lebih dari dua torennya. Karena ini air tanah menjadi kering disedot CV Mawar Cipta Mandiri.


Sumber: http://jakarta.tribunnews.com/
Sudah dilihat 26 kali

Komentar