Warga Kembali Tutup TPA Burangkeng Bekasi

53646 medium 00adddc8 04f2 4169 9cf6 442c03a2977f 169
Sekelompok warga kembali menutup akses ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Setu, Kabupaten Bekasi. Penutupan tersebut terkait kompensasi yang dituntut warga kepada Pemkab Bekasi.

"(Warga minta) Rp 270 per bulan per KK," ujar Sekretaris Desa Burangkeng Ali Gunawan, di Kantor Desa Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya, Pemkab Bekasi tidak menawarkan kompensasi dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk program pendidikan SMA gratis dan percepatan infrastruktur. Tetapi, warga lebih menginginkan kompensasi dalam bentuk uang.

"Pemerintah DKI bisa memberikan kompensasi kepada Kota Bekasi kelurahan Sumur Batu, Bantargebang, Cikiwul, dan Ciketing Udik. Nah disini juga kan adanya di Desa Burangkeng. Kenapa nggak bisa Pemkab Bekasi memberikan kompensasi kepada Kecamatan Setu, Desa burangkeng," ujar Ali.

TPA Burangkeng diblokir warga sejak Senin (4/3). Penutupan ini membuat TPA lumpuh. Baliho bertulisan 'Kami warga Desa Burangkeng menolak dan menutup tempat pembuangan sampah' tersebar di sekitar lokasi.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes warga yang merasa tidak diperhatikan Pemkab Bekasi. Warga menuntut adanya kompensasi berupa uang tunai.

Sampai saat ini tidak tampak ada antrean truk menuju ke TPA. Di lokasi juga tidak ada pengamanan polisi. [Detik]
#Sampah #KabupatenBekasi #Burangkeng #Setu
Sudah dilihat 205 kali

Komentar