Warga Diimbau Rutin Lakukan 3M Plus

53452 medium hll dinkes jamin layanan kesehatan penyintas terpenuhi
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dr Reny A Lamadjido mengimbau warga agar rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M plus yakni menguras, menutup dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang sampah. Dengan rutin melakukan 3M plus, warga akan bebas dari ancaman penyakit Demam Berdara Dengue (DBD).

Dia mengatakan dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Oleh karena itu program pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M plus harus terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun, khususnya saat musim penghujan.

Itu karena upaya penangan DBD dengan melakukan fogging dinilai tidak efektif memberantas nyamuk aedes aegypti. Fogging dikatakan hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik aedes aegypti tetap hidup.

Fogging yang selama ini dianggap ampuh memberantas nyamuk DBD tidak akan terwujud jika tak diikuti dengan pemberantasan sarang nyamuk di dalam rumah. Hal itu sudah terbukti saat fogging dilakukan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) pada Juni 2018, namun beberapa bulan kemudian penyakit DBD justru merebak di daerah itu dan ditetaplkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun demikian fogging akan tetap dilakukan jika dipandang perlu dalam mencegah peningkatan kasus DBD.

Untuk Sulteng sendiri dalam kurun waktu Januari 2019, Dinkes m
encatat sebanyak 180 kasus DBD. Dari jumlah kasus tersebut, 5 orang dikatakan meninggal dunia yang terdapat di dua Kabupaten dan satu kota. Kasus DBD Januari 2019 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya pada bulan yang sama.
Sudah dilihat 18 kali

Komentar