Warga Cimanggis Depok Mengeluhkan Pengerjaan Drainase

33920 medium dcd
Pengerjaan perbaikan drainase atau saluran air di sepanjang Gang Masjid Al Husna, di Jalan Komjen M Yasin, RT 6/3, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, dikeluhkan warga karena tak rapi dan membuat pagar tembok rumah warga retak serta jalan masuk ke rumah hancur.

Sebab pemasangan boks saluran drainase di sepanjang gang masuk di pemukiman warga itu dinilai berantakan dan tak rapi dalam finishingnya.

Pengerjaan saluran drainase membuat rusak pondasi pagar tembok rumah warga hingga retak dan miring. Selain itu banyak jalan masuk dari gang ke rumah warga yang hancur berantakan atau corannya menjadi hilang setelah saluran drainase terpasang.

Di sepanjang saluran drainase yang dipasang, juga tidak ada lagi penambalan sehingga ruas jalan terkesan berantakan dan rusak. Akibat hal ini warga merasa pengerjaan proyek drainase di gang sepanjang 500 meter itu, merugikan mereka. Sebab tidak ada jaminan dari kontraktor akan adanya perbaikan atas kerusakan pondasi pagar rumah dan jalan di depan rumah warga, akibat proyek tersebut.

Gustaf, salah seorang warga mengatakan pengerjaan drainase di Gang Masjid Al Husna yang dikeluhkan warga itu sudah dilakukan sejak akhir Agustus 2018 lalu. Menurutnya pengerjaan saluran drainase menyisakan kerusakan di pagar dan jalan di depan rumah warga yang berada di sepanjang gang, yang memiliki lebar sekitar 3 meter tersebut.

"Karena lebar gang hanya sekitar 3 meter dan pemasangan drainase tepat di depan pagar rumah warga, pihak kontraktor mestinya ekstra hati-hati agar tak merusak pagar rumah warga. Tapi ini tidak. Sehingga ada sekitar 6 rumah warga yang pagar depannya retak dan hancur," kata Gustaf.

Selain itu kata dia ada beberapa bagian jalan masuk dari gang ke halaman rumah warga yang sebelumnya di semen secara swadaya, dirusak pekerja saat boks drainase akan dipasang. Menurut Gustaf pihaknya bersama pengurus RT sempat menanyakan mengenai kerusakan pagar dan jalan akibat pemasangan drainase itu ke kontraktor dan pekerja di sana. "Jawaban mereka akan ada kelanjutan pengerjaan untuk perbaikan itu oleh kontraktor lain. Tapi kami tak yakin dan tak percaya," katanya.

Ke depan kata Gustaf, warga berencana akan membuat laporan mengenai hal itu ke kelurahan dan kecamatan setempat, serta ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkot Depok.

"Sebenarnya warga mengapresiasi yang dilakukan Pemkot Depok dengan perbaikan saluran drainase ini sehingga membuat air tidak akan meluap ke jalan saat musim hujan tiba," katanya. Namun masalahnya kata dia, pengerjaan dilakukan seadanya hingga merusak beberapa tembok pagar rumah warga dan menghilangkan akses penghubung antara gang dengan teras rumah warga. Selain itu pemasangan drainase juga membuat sebagian jalan yang dicor hancur.

"Jadi warga meminta kerusakan dan dampak negatif akibat proyek itu diperbaiki," kata dia.

Plang proyek yang terpasang diketahui pengerjaan drainase ini dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok. Pelaksana pengerjaan drainase dilakukan oleh CV Argha Cahaya Indonesia dengan anggaran sekitar Rp 167,3 Juta atau tepatnya Rp 167.320.000. Anggaran pengerjaan berasal dari APBD Kota Depok Tahun 2018 dengan lama pengerjaan 45 hari sejak 29 Agustus 2018.
Sudah dilihat 15 kali

Komentar