Warga Cibuntu Menolak Penggusuran Makam

23948 medium whatsapp image 2018 04 15 at 18.43.52 %281%29
23949 medium whatsapp image 2018 04 15 at 18.43.52
Warga Kampung Cibuntu RT.02/10 kesulitan untuk mencari makam keluarganya yang telah dimakamkan di Bungur akibat telah gusur oleh pihak pengembang Grand Wisata untuk pembangunan perumahan Grand Wisata. Dalam hal ini dari pihak Grand Wisata hanya bisa mengganti lahan tanah seluas 3000 meter untuk pemakaman warga kampung Cibuntu dan juga uang ganti pemindahan pemakaman, setiap satu makam yang belum dikeramik akan diganti uang sebesar 800 ribu dan yang sudah dikeramik akan diganti uang sebesar 1 juta untuk pemindahan makam.

Namun warga kampung Cibuntu RT .02/10 menolak untuk memindahkan makam keluarganya ke lokasi yang telah disediakan.
"Padahal tanah makam Bungur itu tanah ahli waris, bukan milik orang lain', kata Ust. Mardi tokoh masyarakat Cibuntu.

Mandor Jimmy warga Kampung Cibuntu RT.01/10 Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, mengatakan bahwa saya sangat mengharapkan kepada Kepala Desa Cibuntu untuk menghentikan penggusuran makam warga.
"Tanah makam tersebut bukan milik pribadi tapi milik ahli waris yang telah mewariskan makam Bungur sebagai lahan pemakaman bagi warga Kampung Cibuntu. Apabila masih ada aktifitas penggusaran maka warga Cibuntu akan menghentikan aktifitas tersebut." kata Mandor Jimmy."

Abdul Rohim Kepala Desa Cibuntu mengatakan, tentang permasalahan tanah makam Bungur itu adalah milik seorang anggota Kopassus pada tahun 1983 dan sudah memiliki sertifikat.
"Saya juga tidak main gusur-gusur saja, dari pihak pengembang pun sudah menyediakan tanah untuk pemindahan makam tersebut seluas 3000 meter dan untuk proses pemindahan makam pun dari pihak Grand Wisata juga memberikan uang ganti rugi" kata Rohim. [redaksibekasi.com]

Komentar