Walikota: Hampir 1 Juta Warga Sudah Menggunakan Jamkesda, KS Kota Bekasi

58949 medium kartu sehat
Pemerintah Kota Bekasi mengklaim sudah hampir 1 juta warganya yang menikmati Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat.

Mereka mendapat pengobatan gratis di rumah sakit swasta dan milik pemerintah, di Kota Bekasi ataupun di luar Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan pihaknya telah mencetak sekitar 650.000 keping Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK) untuk melayani kesehatan warganya.

Dari jumlah itu, yang sudah memanfaatkan KS NIK mencapai 900.000 jiwa lebih dari jumlah penduduk Kota Bekasi mencapai 2,6 juta jiwa.

"Bayangkan hanya dalam setahun sudah 900.000 lebih warga Kota Bekasi yang memakai fasilitas ini. Lihat bagaimana luar biasanya pelayanan ini bagi masyarakat," kata Rahmat pada Kamis (17/4).

Dalam kesempatan itu, Rahmat mengingatkan kepada pihak yang meragukan fasilitas ini untuk mencermati Jamkesda melalui hati.

Kata dia, fasilitas KS NIK yang dikeluarkan pemerintah daerah sangat membantu masyarakat, meski beban anggaran yang dikeluarkan cukup besar.

"Inilah bukti Pemerintah Kota Bekasi mengusahakan sebuah proses kesehatan ke masyarakat meski kelas III tapi sudah mencapai 900.000 jiwa lebih yang merasakan dampaknya," imbuh Rahmat.

Menurut dia, jumlah Kepala Keluarga (KK) di Kota Bekasi mencapai 702.000 KK.

Hingga kini pemerintah daerah masih mengupayakan mencetak sekitar 52.000 keping KS NIK lagi untuk KK yang belum terlindungi fasilitas ini.

"Pencetakan KS NIK kan berdasarkan jumlah KK, jadi setiap keping KS NIK di bagian belakangnya terdapat nama-nama anggota keluarga yang terlindungi fasilitas ini," ungkapnya.

Dia menambahkan Pemerintah Kota Bekasi sedang melakukan penyesuaian anggaran untuk membayar pengobatan masyarakat melalui KS NIK.

Sebab anggaran tahun 2019 yang dialokasikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) digunakan untuk membayar utang ke rumah sakit pada 2018 lalu.

"Kita mau perubahan parsial, kalau 2018 lalu saja anggarannya sampai Rp 400 miliar yah 2019 kurang lebih tidak jauh berbeda. Tapi sih kita berharap jangan ada lagi yang sakit, kita harap warga selalu sehat," imbuhnya. (faf - WARTAKOTALIVE)
Sudah dilihat 81 kali

Komentar