Wali Kota Semarang Marah Air PDAM Macet

25156 medium jepretan layar 2018 05 07 pada 23.49.44
Semarang - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi naik pitam ketika melakukan sidak ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu milik PDAM Kota Semarang. Hal itu karena banyaknya keluhan air yang tidak mengalir ke warga.

Kemarahan Hendrar direkam video dan beredar di media sosial, ia sendiri lewat akun instagramnya ikut memposting video tersebut. Ia mulai meninggikan nada bicaranya ketika jajaran PDAM Tirta Moedal tidak bisa menjawab pertanyaannya.

"Lho kok baru nanti? Ini udah 2 minggu, bos, kok baru nanti?," tegas Hendrar dalam video yang diambil siang tadi, Senin (7/5/2018).


Ia juga meminta agar keluhan warga dijawab dengan benar jika perlu didatangi. Direktur juga diminta turun tangan untuk mengecek kebenaran keluhan warga.

"Harus didatangi itu warga yang lapor, jangan cuma sekedar jawab akan ditindak lanjuti. Masyarakat enggak butuh itu!" tegasnya.

Aliran air PDAM di sebelah Timur Kota Semarang memang tidak lancar beberapa minggu terakhir, bahkan di daerah Gemah, hari Sabtu dan Minggu kemarin sama sekali tidak mengalir.

"Ini aliran air digilir atau mati?" tanya Hendi namun tidak ada jawaban. Ia kembali tanya dan baru dijawab operator mesin.

"Digilir pak, tapi debit air tidak cukup," jawab operator itu.

"Berarti mati?" timpal Hendi yang kembali tidak memperoleh jawaban.

Ditemui terpisah, Hendi menjelaskan kedatangannya ke PDAM karena banyaknya keluhan warga. Ternyata suplai air tersendat karena proyek normalisasi saluran dari waduk Kedungombo ke Kudu.

"Ada trouble besar proyek dengan multy years anggaran sampai 2019, membuat normalisasi saluran dari Kedungombo ke Kudu. Mengganggu pasokan sampai separuh," jelas Hendi saat ditemui di Mapolrestabes Semarang.

Solusi jangka pendek yang bisa dilakukan yaitu mencari sumber air alternatif. Saat ini yang sedang diusahakan yaitu akan mengambil sumber air dari sungai Dombo, Sayung, Demak. Namun debitnya tetap masih belum memenuhi debit normal yaitu 1200 liter perdetik.

"Selesainya tergantung kecepatan proyek, karena suplai terbesar di waduk Kedungombo," jelas Hendi.

Ia juga menjelaskan, jika ada yang butuh bantuan air bersih bisa menghubungi info bantuan air tangki 02476920999 atau laman "PDAM Kota Semarang", atau instagram @pdam_kota_semarang.


"Jadi nanti ada mobil tangki datang membawa air, bisa hubungi nomor itu," ujar Hendi.

Terpisah, direktur utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, M Farchan mengatakan, selain mengupayakan psokan air Dombo, PDAM juga sedang melakukan pengerukan sedimen yang menghambat pasokan air Kudu.

"Sesuai arahan pak Wali Kota, ada 2 upaya kami. Pertama memompa aliran air dari Dombo dengan kapasitas 300 liter perdetik dan melakukan pengerukan sedimen saluran air baku Kudu untuk mempercepat air sampai ke intake," jelas Farchan.
(alg/bgs)

Sumber: https://bit.ly/2rqmQok

Komentar