Wali Kota Hendi Turunkan PBB Hingga 40 Persen

Header illustration
Semarang - Setelah merevisi kenaikan PBB, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta agar Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang baru segera dikirim kepada Wajib Pajak (WP). Wali kota menginginkan agar SPPT diterima wajib pajak maksimal tiga pekan dari sekarang.

Pria yang akrab disapa Hendi ini menambahkan, untuk SPPT PBB 2018 lama yang belum diserahkan kepada masyarakat, agar tidak dilanjutkan pembagiannya. Adapun yang sudah terlanjur diterima, diharapkan dikembalikan ke kelurahan atau kecamatan masing-masing.

''Secara teknis, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang akan mencetak SPPT PBB 2018 baru dengan nilai yang telah dikoreksi. Untuk prosesnya, saya minta selesai dalam dua sampai tiga pekan,'' ujar Hendi di sela-sela acara "Focus Group Discussion Peningkatan Pendapatan Daerah Dalam Rangka Mempercepat Pembangunan" di Hotel Harris, Selasa (27/2).

Sebelumnya pemkot menaikkan PBB pada tahun ini di kisaran 70 persen. Namun setelah menggelar rapat terbatas pada Senin (26/1) malam, akhirnya kenaikkan PBB direvisi menjadi hanya 30 persen. Dia menekankan, bahwa besaran kenaikan PBB dirasa penting untuk direvisi atas dasar aspirasi rakyat.

"Kami, tidak dapat tutup mata terkait keluhan-keluhan masyarakat tersebut. Maka tadi malam, saya minta untuk langsung dilakukan koreksi terkait besaran PBB 2018 itu. Saya tidak ingin di satu sisi ada yang kita kejar, tapi di sisi lain justru ada yang kita lupakan,'' cerita Hendi.

Untuk masyarakat yang telah membayarkan PBB 2018, dirinya telah meminta Bapenda Kota Semarang untuk memberikan kompensasi atas kelebihan bayar tersebut. Kompensasi yang dimaksud antara lain dengan mengakumulasikan kelebihan pembayaran PBB 2018 untuk pembayaran PBB di tahun berikutnya.

"Untuk yang sudah membayar dengan nilai awal, kelebihannya akan digunakan untuk membayar PBB di tahun berikutnya. Jadi tidak akan hilang," tutur Hendi.

Sumber: suaramerdeka.com
Sudah dilihat 40 kali

Komentar