Waktu Yang Tepat Mengajarkan Anak Berpuasa

warga di sekitar Anda di Makasar, Jakarta Timur
61383 medium post 66910 cca7d37b 9fe6 4353 9154 83bd852e7a5c 2019 05 17t03 42 21.094 07 00
Melatih anak untuk menjalankan ibadah puasa adalah kewajiban setiap orangtua yang beragama islam. Melatih anak berpuasa sama saja mengenalkan anak pada kedisiplinan dan juga pendidikan agama. Maka dari itu, sebaiknya anak dikenalkan dan diajarkan menjalankan ibadah puasa sejak dini. Bulan Ramadhan yang dikenal juga sebagai bulan puasa bisa dijadikan waktu yang tepat untuk melatih anak melakukan ibadah puasa.
Agar anak terbiasa untuk melakukan ibadah puasa, ada baiknya kita mengajari mereka untuk melakukannya sejak dini. Pakar kesehatan menyebutkan bahwa saat anak berusia 4 atau 5 tahun, mereka sudah bisa diajari untuk berpuasa. Apa sajakah cara yang bisa kita lakukan untuk mengajari anak berpuasa?
Pakar psikologi anak Roslina Verauli menyebutkan bahwa saat usia balita, anak-anak masih dalam fase meniru dan mencoba apapun yang Ia lihat, khususnya yang dilakukan oleh orang tuanya. Karena alasan inilah, mereka juga biasanya akan tertarik untuk berpuasa layaknya yang orang tuanya lakukan. Hanya saja, karena usia mereka yang masih sangat muda, ada baiknya kita tidak memaksakan mereka untuk harus menuntaskan puasanya satu hari penuh. 
1. Beri anak contoh
Mengajarkan anak untuk ikut puasa sebaiknya dimulai dengan memberikan contoh. Hal ini akan membuat anak lebih mudah mempraktikkannya. Contohnya tentu saja dari Anda sendiri.
Menurut Roslina, anak-anak memang cenderung penasaran dengan semua yang dilakukan oleh orang tuanya sejak dini. Sebagai contoh, anak akan ikut orang tuanya beribadah solat lima waktu, berbuka puasa, hingga ikut bangun saat jam sahur. Jika anak ingin ikut kegiatan-kegiatan tersebut, berikan respon atau jawaban yang tepat sehingga anak bisa mengerti apa yang orang tua lakukan dan tujuan dari melakukan dari hal tersebut.
Ingat, di usia yang masih muda, anak bisa dengan mudah meniru perilaku seseorang di sekitarnya.
2. Tidak memaksa anak untuk puasa penuh atau sesuai keinginan Anda
Berikan kelonggaran berpuasa untuk anak. Perlu Anda ingat bahwa buah hati Anda masih dalam masa pertumbuhan. Ia masih membutuhkan banyak nutrisi. Mengajarkan dengan memaksa anak untuk puasa penuh atau puasa setiap hari bisa menimbulkan risiko kesehatan pada anak.
Sebaiknya mulailah mengajarkan anak puasa secara perlahan. Mulai dari puasa beberapa jam dalam satu hari kemudian tingkatkan lagi jika anak sudah berhasil melewatinya.
Yang terpenting, anak mengenal dulu apa itu puasa dan bagaimana cara menjalankannya. Kemampuan anak untuk berpuasa lama-kelamaan juga akan meningkat seiring dengan kebiasaannya dalam menjalankan puasa.
Jika kita melarang mereka untuk berbuka di siang hari, bisa jadi mereka justru akan menganggap puasa sebagai hal yang kurang menyenangkan dan kita justru akan sulit untuk mengajarkan ibadah ini pada mereka di kemudian hari.
3. Minta anak untuk puasa dari makanan tertentu saja
Jika anak sudah terbiasa makan makanan tertentu atau makanan kesukaannya, mintalah anak untuk menghindari makanan tersebut saat berpuasa. Misalnya, jika anak suka cokelat dan keripik, mintalah anak untuk tidak memakannya selama jam puasa.
Mengajarkan hal ini ketika anak puasa juga dapat membantu menghilangkan kebiasaan buruk pola konsumsi anak. Selain itu, juga dapat membantu anak untuk lebih menghargai makanan.
4. Beri penghargaan pada anak jika ia telah sukses menjalankan puasa
Mengajarkan anak untuk ikut menjalankan ibadah puasa memang penting. Namun, memberikannya apresiasi juga tak kalah penting.
Terlepas dari berapa jam anak sudah puasa atau berapa hari anak mengikuti puasa, sebaiknya beri penghargaan kepada mereka. Penghargaan ini dapat menambah semangat anak untuk ikut menjalankan ibadah puasa lagi dan lagi.
Anda tidak harus memberi hadiah, cukup dengan memujinya dan mengatakan bahwa ia adalah anak yang hebat. Dengan begitu, ia akan merasa senang dan makin semangat untuk puasa.
Anda juga bisa menyediakan makanan kesukaan anak saat waktunya berbuka. Hal ini menjadi salah satu hal yang akan membuat mereka senang menjalankan ibadah puasa.
Dalam mengajarkan anak makna puasa, sebaiknya lakukan dengan bahasa yang ringan agar mudah dimengerti oleh anak. Tidak hanya menahan lapar dan haus saja, ajarkan anak makna Ramadan yang sesungguhnya. Dengan begitu, anak akan memiliki gambaran bahwa melakukan puasa termasuk ibadah dan masuk dalam ajaran agama.
Di awal puasa, biasanya anak akan masuk dalam fase penyesuaian. Kemungkinan anak akan terlihat lemas dan mengantuk. Biarkan anak istirahat saat siang hari, tetapi saat sore hari ajak anak untuk melakukan hal-hal menyenangkan yang membuat anak melupakan rasa lapar sejenak sampai waktu berbuka puasa. Jangan mengajak anak melakukan kegiatan dengan gerakan yang cukup banyak karena akan menguras tenaganya.
Setelah berbuka puasa, jangan lupa mengajak anak untuk melakukan salat tarawih di masjid bersama. Dengan ini anak akan semakin mengerti makna puasa yang sebenarnya. #RamadhanBermakna
Sumber :
https://www.halodoc.com/cara-mengajak-si-kecil-agar-berpuasa-sejak-dini
https://doktersehat.com/ini-caranya-jika-ingin-mengajarkan-anak-puasa-untuk-pertama-kali/
https://dalamislam.com/puasa/tips-mengajar-anak-berpuasa
https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/puasa-ramadhan/mengajarkan-anak-puasa-pertama-kali/
Sudah dilihat 68 kali

Komentar