UPT Puskesmas Bonjeruk bersama KKP dan Pemdes Bonjeruk melakukan Giat Fogging

61306 medium post 66852 3c1af445 c98f 4569 87e5 10db1122e854 2019 05 16t11 31 12.900 08 00 61304 medium post 66852 c511ba32 4bf4 4203 9e45 f9a56c5c78a0 2019 05 16t11 31 11.876 08 00 61305 medium post 66852 8ac5fbe4 6838 47a9 8556 20016a6ab057 2019 05 16t11 31 12.450 08 00 61307 medium post 66852 3860491f 4250 4d27 a232 9d8fab534f03 2019 05 16t11 31 13.354 08 00
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah demam dengue yang disertai pembesaran hati dan manifestasi perdarahan. Pada keadaan yang parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh syok hipovolemik akibat kebocoran plasma.
DBD cepat tersebar dari satu penderita ke penderita lain, hal ini disebabkan karena peran nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebar penyakit ini. Bahkan satu gigitan nyamuk yang membawa virus penyakit ini mampu menularkan penyakit pada orang yang sehat. Nyamuk yang berperan dalam penularan DBD adalah nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini hidup di daerah yang beriklim tropis dan sub tropis seperti Asia, Afrika, Australia, dan Amerika. Nyamuk ini hidup dan berkembang biak pada tempat-tempat penampungan air bersih yang tidak langsung berhubungan dengan tanah seperti bak mandi/wc. Tempat minuman burung, air tendon, air tempayan/gentong, kaleng, ban bekas dan lain-l.
Perkembangan hidup nyamuk Aedes aegypti dari telur hingga dewasa memerlukan waktu sekitar 10-12 hari. Hanya nyamuk betina yang menggigit dan menghisap darah serta memilih darah manusia untukmematangkan telurnya. Umur nyamuk Aedes aegypti betina berkisar antara 2 minggu sampai 3 bulan atau rata-rata 1,5 bulan, tergantung dari suhu dan kelembaban udara di sekelilingnya. Kemampuan terbangnya berkisar antara 40-100 m dari tempat perkembangbiakannya. Tempat istirahat yang disukai nyamuk ini adalah benda- benda yang tergantung yang ada di dalam rumah seperti gorden, kelambu dan baju di kamar yang gelap dan lembab. Kepadatan nyamuk ini akan meningkat pada waktu musim hujan, dimana terdapat genangan air bersih yang dapat menjadi tempat berkembang biakan nyamuk.
DBD merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang penularannya dari satu penderita ke penderita lain. Oleh karena itu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran DBD adalah dengan memotong siklus penyebarannya dengan memberantas nyamuk tersebut. Salah satu cara untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti adalah dengan melakukan Fogging. Selain itu juga dapat dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan abatisasi untuk memberantas jentik nyamuk.
Untuk mengantisipasi penyakit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini, Puskesmas Bonjeruk Kecamatan Jonggat bekerjasama dengan KKP ( Kantor Kesehatan Pelabuhan) dan Pemdes Bonjeruk melakukan kegiatan Fogging pagi ini Kamis, 16 Mei 2019 di Desa Bonjeruk.
Selain dari Pemerintah Desa terlihat juga pemuda pemuda desa Bonjeruk yang tergabung dalam Karang Taruna ikut berpartisifasi kegiatan tersebut dengan ikut membersihkan lingkungan disekitar lingkungan mereka.
Kepala UPT Puskesmas Bonjeruk menghimbau kepada masyarakat seluruh wilayah kerja Puskesmas Bonjeruk untuk menjaga kebersihan lingkungan masing masing. Kepada kontributor media www.atmago.com, beliau juga mengatakan bersama kepala desa di wilayah binaan untuk menjadwalkan kegiatan jumat bersih. Kepedulian dari masyarakat sangat penting karena tidak cukup hanya dengan fogging penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut bisa diatasi. Pola Hidup bersih dan sehat juga menjadi faktor penting dalam menanggulangi penyakit - penyakit tersebut. #RamadhanBerkah #AtmaGoNTB
Sudah dilihat 204 kali

Komentar