Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengikutsertakan orang tua dalam pendidikan

40341 medium post 47709 dc2b1c88 9701 401c bfaa e51a9b5d2680 2018 11 23t17 37 34.444 08 00


Seyogyanya dan sejatinya anak terlahir dalam keadaan suci, bersih dan tanpa dosa
Akan tetapi kita sebagai orang tua yang akan membawa anak menuju arah yang lebih sempurna
Anak anak sesungguhnya dalam fase atau umur 0sampai 6tahun adalah masa emas atau dalam bahasa kerennya masa golden aigh sehingga pada masa itu anak sedang merekam apa y ang sedang dikerjakan oleh orang dewasa atau orang menjadi modelingnya untuk itu di situlah peran orang tua dalam membimbing dan mengarahkan anak kearah yang lebih baik ,seorang anak tidak bisa kita andalkan untuk mendaptakan pelajaran hanya berpusat disekolah saja di rumah juga di perlukan bimbingan dan arahan orang tua dirumah karena sejatinya anak anak lebihlama waktunya dirumah ketibang di sekolah.
Mengapa kita peerlu melibatkan orang tua dalam pendidikan di sekolah?
Orang tua adalah orang terdekat yang berada di lingkungan keluarga orang tua(i=
(ibu-bapak) adalah dua orang yang akanmembimbing anak menuju ke jalan yang lebih baik
Jika anak di ajarkan dengan penuh kasih sayang, anak akan terlahir dan hidup dengan penuh rasa teloransi dan akan sslingenghargai dengan temannya.
Sebagai orang tua kita akan memberikan motivasi dan dorongan kepada anak dengan mengasah keterampilan dan kemampuan anak sesuai dengan bakat dan minat anak
Orang tua sebagai modeling salah satu figur yang akan di ikuti tata cara bersikap dan bertingkah laku oleh karena itu kita sebagai orang tua harus memberikan yang trbaik bagi anak anak trutama ketika anak dalam masa keemasan.
Apakah kita sebagai orang tua harus bersikaf oteriter, tidaj mau mendengar anak, atau demokkratis atau kita sebagai orang tua harus kolaboratif, inofatif dan juga kreatif dalam membangun kreatifitas anak mengingat era ini adalah semua serba teknologi yang sudah mendunia.
Menurut GAGNE ,di kelompokkan menjadi 3bagian besar diantaranya:
Guru sebagai Designer of instruction perancang pengajaran
Guru sebagai manager of instruction(pengelola Pembelajaran)
Guru sebagai evaluator penilai proses belajar siswa
Olek karena itu kita sebagai guru kita harus memberikan yang terbaik untuk membangun generasi yang lebih baik dan bisa mencapai cita cita yang dicita cita kan
Percayalah akan kemampuan kita sebagai guru dalam belajar dan mengajar dan kemampuan siswa anda dalam belajar, maka akan terjadi hal hal yang menakjubkan,
Di dalam memberikan pelajaran kepada anak kita sebagai guru harus memperhatikan beberapa asfek perkembangan Diantaranya:
1.asfek perkembangan Agama
2.asfek perkembangan sosial emosional
3.asfek perkembangan Bahasa
4.asfek perkembangan fisik motorik
5.asfek perkembangan kognitif
6.asfek perkembangan seni
Umtuk itu semua 6asfek tersebut diatas haruslah ada di dalam pembelajaran anak usia dini, mengingat masa anak usia paud adalah masa pra sekolah masa ini adalah masa untuk anak menuju pendidikan lebih lanjut.
Cinta, kehangatan, dan kasih sayang adalah komponen penting dalam parenting. Semua itu merupakan hal yang mendasar, tetapi itu saja menurut salsevere(2002)tidak cukup. Selain cinta dan kehangatan, anak anak membutuhkan orang tua yang terlatih dan kompeten, memiliki pengertian, penilaian, dan keterampilan. Sayangnya tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orang tua yang baik. Padahal untuk menjadi orang tua, terutama saat ini bukanlah pekerjaan yang mudah.
Perubahan budayafilosofi, gaya hidup dan meningkatnya tuntutan ekonomi membuat tantangan orang tua menjadi makin besar. Jika pada masa masa yang lalu peran sebagai tulang punggung ekonomi keluarga cukup di bebankan kepada bapak, atau orang tua lakilaki saja, akan tetapi saat ini banyak keluarga yang merasa tidak berdaya. Ibu terpaksa rurun tangan. Tidak sedikit keluarga yang baik bapak maupun ibu bekerja di luar rumah. Anak anak menghabiskan hari harinya di sekolah, penitipan anak kakek nenek atau bersama dengan pembantu. Bapak dan ibu pulang dalam kondisi yang lelah dan mungkin terlalu strees untuk bisa mendampingi anaknya. Tantangan dari luar juga tidak kalah dahsyat, nilai nilai yang di ajarkandalam keluarga harus bersaing ketatdenfan nilai yang di jejelkan oleh tv baik melalui film atau tayangan tayangan anak. Nilai nilai itu tidak jarang bertentangan. Ketika orang tua mengajarkan sopan santun, film film mencekoki anak anak dengan adegan adegan kekerasan. Ketika orang tua dirumah danguru di sekolah mengajarkan kasih sayang dan cinta kasih, tv terus mengkampayekan kebencian sebagai hiburan yang menyenangkan.
Tantangan tantangan tersebut menempatkan keluarga dalam posisi strategis. Sebab di sanalah pendidikan pertama dan utama berlansung mengingat kelekatan anak (terutama anak usia dini) dengan orang tua dengan waktu terbanyak anak juga dilingkungan keluarga. Oleh karenaitu upaya menjadikan keluarga sebagai tempat yang kondusif bagi berkembangnya semua asfek kemampuan anak. Setiap keluarga perlu di dorong agar dafat berperan ofimal.

dicdika


n t
ingkat la
Sudah dilihat 41 kali

Komentar