Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Di Gunungkidul

26223 medium post 35444 0cc6832d fda7 47b4 9906 2630a44eb4e9 2018 06 01t09 59 32.331 07 00
26224 medium post 35444 9c07567a 3f3e 4b48 b960 0e8b217f63f2 2018 06 01t09 59 39.249 07 00
Wonosari, AtmaGo
Pada 1 Juni 2018, dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dengan Tema " Kita Pancasila Bersatu Berbagi Berprestasi ", bertindak Irup Dr. Drs. Immawan Wahyudi, MH (Wakil Bupati Gunungkidul), Bupati Gunungkidul Hj. Badingah S.Sos, Wakil Bupati Gunungkidul Dr.Drs. H Immawan Wahyudi SH MH, Ketua DPRD Gunungkidul Suharno SE, Dandim 0730/GK Letkol Inf Muh Taufik Hanif Y. S.Sos, Kapolres AKBP Ahmad Fuady SH SIK MH,  Kajari Wonosari Asnawi Mukti SH MH, Kepala PN Wonosari Kusnul, Kepala Pengadilan Agama wonosari Cacan Wijaya SH, Sekda Ir Drajad Ruswandano MT beserta para pejabat Eksekutif di jajaran Pemkab Gunungkidul,  Para Perwira dijajaran Polres Gunungkidul, Para Tamu undangan (Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Ormas), Peserta upacara dari Korsik Pemkab Gunungkidul, Pasukan Kodim 0730/GK, Pasukan Polres Gunungkidul, Pasukan Satpol PP,  PNS (Korpri), Pelajar SMK/SMA, Pramuka, Pelajar SMP .

Hadir kurang lebih 700 orang, dilaporkan sebagai berikut :

1. Petugas Upacara :

a. Inspektur Upacara Wakil Bupati Dr.Drs H Immawan Wahyudi SH MH

b. Perwira Upacara Kompol Sudarno MSi

c. Komandan Upacara AKP Rahmad Yulianto SH MSi

d. Pembaca Teks Pembukaan UUD 1945 dari KNPI Retnoningsih.

Inspektur upacara dalam amanatnya membacakan pidato Presiden RI Joko Widodo yang diantaranta adalah menyinggung tentang
Selama 73 tahun, Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya. Selama 73 tahun, Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Insya Allah sampai akhir zaman, Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia.

Sungguh Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia. Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945.

Para pendiri bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan latar belakang duduk bersama untuk menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan. Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar Negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Rangkaian proses besar tersebut harus selalu kita ingat, kita dalami semangatnya dan kita pahami rohnya. Adalah tugas dan tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita. Pada peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat kita untuk bersatu, berbagi dan berprestasi.

Sebagai bangsa yang majemuk yang terdiri atas 714 suku dengan lebih dari 1.100 bahasa lokal yang hidup di lebih dari 17.000 pulau, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh semangat Bhineka Tunggal Ika. Kita harus bersatu dalam upaya kita untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin.

Semangat berbagi antar anak bangsa untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama juga merupakan sebuah keharusan. Kita harus berbagi dengan memperkuat etos kepedulian, welas asih, dan saling menghargai dengan penuh empati. Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat etos peduli dan berbagi. Semangat gotong royong yang merupakan budaya luhur bangsa harus terus kita pupuk sebagai sumber energi besar Indonesia untuk menggapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, kita akan mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif. Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa dan tidak boleh menghambur-hamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan. Kita harus melakukan lompatan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan tangguh.

Dengan semangat berprestasi itu tertanam kuat di dada para atlet kita untuk mengibarkan bendera merah putih di Asian Games dan Asian Para-games yang diselenggarakan tahun ini. Semangat berprestasi ini juga membara di seluruh lapisan masyarakat dan di seluruh jenis profesi untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara maju, negeri yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni ini harus di manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Marilah kita terus amalkan warisan mulia pada founding fathers ini untuk kemajuan bangsa, dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia.

Negara manapun di dunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bhineka dan majemuk. Seringkali kemajemukan ini juga dibayang-bayangi oleh risiko intoleransi, ketidak-bersatuan dan ketidak-gotongroyongan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhineka tunggal ika, dalam bertoleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi .
Presiden juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para founding father atas warisan luhur Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila yang kita nikmati saat ini.
Presiden juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada generasi-generasi berikutnya yang telah menanamkan pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Presiden juga mengajak para ulama dan tokoh agama, para guru dan ustad, para politisi dan jajaran aparat pemerintahan, para anggota TNI dan Polri, para pekerja dan pelaku ekonomi, serta seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian kita. Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa Indonesia menuju Negara maju dan jaya.(*)

Komentar