Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Kalimalang Kurang Maksimal

25504 medium 62291 pengalihan arus lalu lintas 665 374
PENERAPAN satu arah di ruas Jalan KH. Noer Alie atau Kalimalang di Kota Bekasi yang berlangsung selama beberapa hari dianggap kurang maksimal.

Penyebabnya masih terjadi kemacetan di ruas jalan penghubung antara Kota Bekasi dengan DKI Jakarta ini.

Hal ini terungkap setelah Dinas Perhubungan Kota Bekasi menguji coba rekayasa tersebut dari Jembatan Caman sampai Kamala Lagoon sepanjang 2,6 kilometer selama beberapa hari sejak Selasa (8/5/2018) lalu.

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, tidak menampik kemacetan kerap terjadi saat uji coba rekayasa tersebut.

Setiap hari terjadi kepadataan kendaraan karena jumlah yang melintas mencapai 1.000 sampai 5.000 unit kendaraan di setiap jam sibuk.

"Kami sudah lakukan upaya rekayasa lalu lintas. Tapi volume kendaraan makin hari semakin tinggi," kata Johan pada Senin (14/5/2018).

Johan mengatakan, rekayasa ini dilakukan guna menyesuaikan konstruksi pengerjaan tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di atas Jalan KH. Noer Alie.

Menurutnya, ada dua pengerjaan konstruksi yang dilakukan pelaksana proyek dalam waktu dekat.

Pertama pembangunan pier tol di dekat ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), Jakasampurna sepanjang 500 meter, dan kedua pengecekan utilitas (tes pit) dari Sekolah Al-Azhar sampai Perumahan Bumi Satria Kencana (BSK), Kelurahan Kayuringin.

Dampak dari pembangunan ini, pihaknya menguji coba sistem satu arah di tiga titik berbeda. Pertama, di Jembatan Caman-Jembatan Enam, kedua di Jembatan Enam-Galaxi dan yang ketiga Galaxy-Grand Kemala Lagoon. [wartakota]
Sudah dilihat 27 kali

Komentar