Tuding Beras Tak Layak Konsumsi, Ratusan Masa Unras di Gedung Bulog Lebak

3 0 40
Gambar untuk Tuding Beras Tak Layak Konsumsi, Ratusan Masa Unras di Gedung Bulog Lebak
Ratusan massa tergabung dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kabupaten Lebak menggelar aksi Unjuk rasa (Unras) di depan kantor Bulog Subdivre Lebak – Pandeglang, Kecamatan Warunggunung, Lebak, Banten, Senin (18/10/2020).

Dalam aksinya mereka menuding, Bulog divisi regional (Divre) Lebak – Pandeglang ada konspirasi dengan penyedia beras mitra Bulog, soal penyediaan bantuan sosial beras (BSB) bagi 53.679 keluarga penerima manpaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak.

Mereka menyebut, beras yang disalurkan Bulog Divre Lebak – Pandeglang pada program BSB bagi ribuan penerima PKH di Lebak tidak layak konsumsi alias kualitas buruk.

“Berasnya nggak enak dimasaknya, saya sedih dikasih beras begitu (bau). Dikasihkan ke anak saya juga malah menangis,” ujar Acih didampingi Sadiah pendemo lainnya.

Menanggapi aksi tersebut, Meitha Novariani, Kepala Ferum Bulog Subdivre Lebak – Pandeglang mengatakan, beras yang disalurkan berasal dari tempat penampungan gabah – gabah milik petani.

“Beras yang disalurkan adalah beras dari petani, kalau mereka bilang bau, kuning karena semua mesinnya konvensional. Enggak ada yang modern, kemudian juga Bulog ditugaskan itu beras medium. Kalau disuruhnya premium, pasti premium. Kemudian juga (pendemo) bilang tidak layak makan, gimana tidak layak makan,” aku Meitha kepada awak media.

Meitha bahkan mengaku, jika beras yang disalurkan pihaknya sudah pernah dimakan bersama-sama saat ada kunjungan dari pihak Kemensos ke Bulog Lebak.

“Kemarin datang ke sini Sekeretaris Irjen Kemensos beberapa minggu yang lalu, makan bareng dengan kami dan itu berasnya posisinya dari gudang dan itu yang disalurkan ke masyarakat yang menerima,”

Pantauan dilapangan, dalam aksi tersebut terjadi Kericuhan, kericuhan berawal saat pendemo membakar keranda mayat namun mencoba dipadamkan oleh seorang petugas polisi yang mengamankan jalannya aksi.

“Aing panas kesemprot (saya panas terkena semprot),” teriak Agus seorang pendemo.

Sontak, teriakan Agus sempat membuat pendemo lainnya berang dan merangsek kedepan. Namun seorang petugas polisi berpakaian preman mencoba menenangkan, alhasil aksi amuk dari pendemo tersebut mereda.(bud/JM)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Komunitas Motor (Sezari C70 ) Lombok Timur Peduli Lingkungan

    sosiawanputra  di  Pringgasela, Lombok Timur  |  26 Nov 2020
  2. Semangat Harlah KOPRI dari Pulau Putri

    Nensi Indri  di  Gresik  |  30 Nov 2020
  3. Suro Amerta Surokarsan Titik Finish Gowes Bareng Promosi Wisata Kampung

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  29 Nov 2020
  4. TASYAKURAN PEMBUKAAN KEMBALI SSB PELITA TUNAS CICURUG-SUKABUMI

    Firman Ardiansyah  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    TASYAKURAN PEMBUKAAN KEMBALI SSB PELITA TUNAS CICURUG-SUKABUMI

    Firman Ardiansyah  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020
  2. 2
    Komentar

    Hayya 'Alal Jihad Itu Lafazh Bid'ah Dalam Azan

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Kemang, Bogor Kabupaten  |  30 Nov 2020
  3. 1
    Komentar

    Jurus Jitu Camat Menurunkan Angka AKI-AKB

    Sarip Hidayatulloh  di  Parungkuda, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020
  4. 1
    Komentar

    Komunitas Motor (Sezari C70 ) Lombok Timur Peduli Lingkungan

    sosiawanputra  di  Pringgasela, Lombok Timur  |  26 Nov 2020