Tradisi Pati Masyarakat Sasak Yang Masih Kental

21 June 2019, 20:41 WIB
5 0 294
Gambar untuk Tradisi Pati Masyarakat Sasak Yang Masih Kental
Suku Sasak Lombok memiliki berbagai macam tradisi, budaya, adat istiadat, dan bahasa. Jika kita melihat setiap daerah bahkan dusun sekalipun di pulau Lombok memakai berbagai macam bahasa yang berbeda-beda. Tak hanya bahasa tradisi yang lain pun masih banyak yang kita temui mulai dari Permainan seperti, presean, Gansingan,
Beledoq.an, selodor, nongkeman dan lain sebagainya. Pernikahan seperti, Nyelabar, Pembayun, Nyongkolan, Bales lampak Nae. Musik seperti, Cilokak, Gendang Beleq, Peraje, kecodaq dan masih banyak lagi yang lainnya yang menandakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi, adat istiadat, budaya maupun bahasa.

Adapun beberapa tradisi Pati yang kerap dilaksanakan oleh masyarakat Suku Sasak setiap ada orang yang meninggal dunia, mulai dari :
1. Selamat bumi (Hari pertama orang mati) di rangkai dengan zikir dan pada malam harinya baca surah Yasin.
2. Nelung (Hari ketiga kematian) di rangkai dengan zikir dan pada malam harinya baca surah Yasin.
3. Mituq (Hari ke tujuh kematian) di rangkai dengan zikir dan pada malam harinya baca surah Yasin.
4. Nyiwaq (Hari ke sembilan kematian) pada saat Nyiwak ini, warga masyarakat khususnya yang perempuan akan berdatangan ke rumah dari keluarga yang meninggal untuk memberikan beras (Begawe Pati) dan pada saat malam harinya masyarakat yang laki-laki dan perempuan akan menyiapkan menu makanan untuk diberikan kepada masyarakat yang telah membawa beras ke rumah duka (begawe Pati) pada saat pagi harinya. Setelah menu makanan sudah jadi pada saat pagi harinya para perempuan mengantarkan makanan ke rumah masyarakat yang begawe atau biasanya di sebut dengan nama "Ngejot" tak hanya itu, di hari ke sembilan kematian ini juga akan dilaksanakan pemasangan misan di kuburan.
5. Melayaran, biasanya akan dilaksanakan zikir biasa setiap hari kematian. Misalnya hari meninggal Rabu, maka melayaran akan dilaksanakan setiap hari Rabu. Melayaran ini akan dilaksanakan selama 4 kali kemudian dilanjutkan dengan Metang Dase.
6. Metang Dase (hari ke Empat puluh kematian) pada saat hari ke 40 ini akan di isi dengan zikir biasa.
7. Nyatus (Hari ke 100 Kematian) pada saat hari ke 100 ini akan di isi dengan zikir biasa.
8. Nyeribu (Hari ke 1000 kematian) pada saat hari ke 1000 ini akan di isi dengan zikir biasa.

Itulah beberapa Tradisi Pati Suku sasak pada saat ada dari salah satu masyarakat yang meninggal dunia. Semoga tradisi yang di turunkan oleh nenek moyang pada zaman dahulu tetap terjaga dan tidak di makan oleh zaman.

  Komentar untuk Tradisi Pati Masyarakat Sasak Yang Masih Kental

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!