Tradisi Pati Masyarakat Sasak Yang Masih Kental

64426 medium post 69296 d1d78761 a4c5 40a6 bafd 1deb3dcbaab0 2019 06 21t21 41 16.365 08 00 64428 medium post 69296 b0b00ec3 1283 4335 a29e b2073af6796f 2019 06 21t21 41 30.880 08 00 64427 medium post 69296 b620d565 9e39 45fd 9884 24046e8e805d 2019 06 21t21 41 22.916 08 00 64429 medium post 69296 f8978b1a 2c84 420a 8aa9 7d37f9a5963e 2019 06 21t21 41 39.109 08 00 64430 medium post 69296 aaa9662f 68c5 4a4e a99a 9683c67527a8 2019 06 21t21 41 45.096 08 00
Suku Sasak Lombok memiliki berbagai macam tradisi, budaya, adat istiadat, dan bahasa. Jika kita melihat setiap daerah bahkan dusun sekalipun di pulau Lombok memakai berbagai macam bahasa yang berbeda-beda. Tak hanya bahasa tradisi yang lain pun masih banyak yang kita temui mulai dari Permainan seperti, presean, Gansingan,
Beledoq.an, selodor, nongkeman dan lain sebagainya. Pernikahan seperti, Nyelabar, Pembayun, Nyongkolan, Bales lampak Nae. Musik seperti, Cilokak, Gendang Beleq, Peraje, kecodaq dan masih banyak lagi yang lainnya yang menandakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan tradisi, adat istiadat, budaya maupun bahasa.
Adapun beberapa tradisi Pati yang kerap dilaksanakan oleh masyarakat Suku Sasak setiap ada orang yang meninggal dunia, mulai dari :
1. Selamat bumi (Hari pertama orang mati) di rangkai dengan zikir dan pada malam harinya baca surah Yasin.
2. Nelung (Hari ketiga kematian) di rangkai dengan zikir dan pada malam harinya baca surah Yasin.
3. Mituq (Hari ke tujuh kematian) di rangkai dengan zikir dan pada malam harinya baca surah Yasin.
4. Nyiwaq (Hari ke sembilan kematian) pada saat Nyiwak ini, warga masyarakat khususnya yang perempuan akan berdatangan ke rumah dari keluarga yang meninggal untuk memberikan beras (Begawe Pati) dan pada saat malam harinya masyarakat yang laki-laki dan perempuan akan menyiapkan menu makanan untuk diberikan kepada masyarakat yang telah membawa beras ke rumah duka (begawe Pati) pada saat pagi harinya. Setelah menu makanan sudah jadi pada saat pagi harinya para perempuan mengantarkan makanan ke rumah masyarakat yang begawe atau biasanya di sebut dengan nama "Ngejot" tak hanya itu, di hari ke sembilan kematian ini juga akan dilaksanakan pemasangan misan di kuburan.
5. Melayaran, biasanya akan dilaksanakan zikir biasa setiap hari kematian. Misalnya hari meninggal Rabu, maka melayaran akan dilaksanakan setiap hari Rabu. Melayaran ini akan dilaksanakan selama 4 kali kemudian dilanjutkan dengan Metang Dase.
6. Metang Dase (hari ke Empat puluh kematian) pada saat hari ke 40 ini akan di isi dengan zikir biasa.
7. Nyatus (Hari ke 100 Kematian) pada saat hari ke 100 ini akan di isi dengan zikir biasa.
8. Nyeribu (Hari ke 1000 kematian) pada saat hari ke 1000 ini akan di isi dengan zikir biasa.
Itulah beberapa Tradisi Pati Suku sasak pada saat ada dari salah satu masyarakat yang meninggal dunia. Semoga tradisi yang di turunkan oleh nenek moyang pada zaman dahulu tetap terjaga dan tidak di makan oleh zaman.
Sudah dilihat 153 kali

Komentar