Tradisi Nyekar Ke Makam

14321 medium data

Detail Acara



Sebagian masyarakat memiliki tradisi nyekar ke makam keluarga, sebelum bulan puasa (RNyekaramadhan) dan setelah Lebaran. Salah satunya adalah keluarga Wasdani, di mana nyekar ke makam keluarga tidak hanya mendoakan sang almarhum dan almarhumah, tapi juga sebagai ajang perekat silaturrahmi keluarga.

"Kami melakukan ini, nyekar ke makam, setahun dua kali," tutur Jamal, bapak dua orang anak. Dia didaulat mempimpin doa di setiap kesempatan nyekar ke makam keluarga. Menurutnya, hal ini penting bagi yang masih hidup untuk selalu mengingat akan kematian. Hanya keluarga yang akan tetap meneruskan tradisi dan mendoakan yang meninggal.

Untuk itu, sambung bapak yang biasa dipanggil bang Jamal ini, mnjaga harmoni keluarga begitu menjadi prioritas. Semua akan merasakan aura kebersamaan dan kerekatan hubungan yang sesungguhnya.

Mari jaga tradisi dan kearifan lokal ditengah gempuran laku yang begitu individualistis

Komentar