Tradisi Masyarakat pada Nudzulul Qur'an di 17 Ramadhan 1441 H

61756 medium post 67165 d7143915 58a3 4184 859a aa6814b84169 2019 05 20t16 14 33.046 07 00
Serang | Bulan Ramadhan pada tahun ini sudah memasuki hati ke-17. Ini merupakan hari dimna turunnya kitab suci umat Islam yaitu Al Qur'anul Kariim.
Pada hari ini juga banyak masyarakat yang mengadakan perlombaan-lombaan untuk anak-anak di setiap masjid. Dari lomba adzan, muratal qur'an, Tilawah, Tahfidz qur'an bahkan Cerdas Cermat Islami. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat menunjukan akan kecintaannya kepada agama islam dan ajaran Rasulullah SAW.
Bahkan uniknya disetiap kampung dan daerah terdapat adat yang dinamakan "Qunut" dengan membuat kupat dari janur dengan dibuat sendiri. Qunut atau ngunut ini adalah tradisi masyarakat untuk menyambut Nudzulul Qur'an atau hari turunnya Al Qur'an. Sepertimya yang dikatakan oleh ibu-ibu rumah tangga yaitu ibu Ratna yang merupakan warga desa panosogan kecamatan cikeusal yang menjelaskan setiap tahun kalau bulan Ramadhan setiap tanggal 17 Ramadhan itu tradisinya buat kupat, kalau kata orang tua dulu itu Qunut artinya tradisi menyambut turunnya Al Qur'an atau nudzulul Qur'an dan juga pada saat tarawih di shalat witir raka'at terakhir juga membaca do'a Qunut sampai tarawih akhir ramadhan nanti, ucap ibu Ratna. (20/05/2019)
Sudah dilihat 51 kali

Komentar