TRADISI MALEMAN/NUZULUL QURAN

27 May 2019, 23:38 WIB
4 0 175
Gambar untuk TRADISI MALEMAN/NUZULUL QURAN
Sebuah kegiatan maleman/nuzululqur'an yang dilaksanakan oleh masyarakat Bilebante kecamatan pringgarata lombok tengah merupakan tradisi yang sudah langka kita temukan didesa lain , dimana tradisi ini masih dipertahankan sampi saat ini atau kita kenal dengan zaman milinial dimana orang sudah jarang untuk duduk bersama atau roah kiai satu desa, silaturrahmi itu sudah dikalahkan dengan komunikasi lewat media soaial atau HP, tapi tidak bagi warga desa bilebante yang terdiri dari 8 dusun.

Tradisi maleman ini diadakan mulai dari malam 21 malam ganjil 10 akhir bulan ramadhan pertama dari dusun bilebante itu sendiri, malam 23 dusun karang ide, malam 25 dusun tapon timur , malam 27 bareng antara dusun tapon barat dan karang ide 2 , malam 29 dusun karang baru dan dusun pelabu jadi kegiatan itu mengundang semua kiayai atau keluarga laki2 untuk buka bersama sedesa bilebante sementara dusun yang ketepatan waktu yang sama maka para kiayai atau para undangan bersepakat disuatu tempat untuk membagi diri kdusun yang sedang hajatan begitu samapi saat ini.

Sementara dusun yang sedang mengadakan maleman atau nuzululquran memiliki kegiatan masak banyak disetiap KK untuk dibagikan atau diantarkan kerumah keluarga yang didusun lain dimana dikenal dengan sebutan dijot ( mendapatkan makanan untuk berbuka puasa) itu tergantung seberapa kepala keluarga yang merasa keluarga dekat . sebagai filosofi kegiatan ini sebagai lambang kasih sayang pengikat keluaraga dekat disamping agama menganjurkan " barang siapa yang memberi makan orang berpuaaa maka pahalanya sama dengan orang yang berpuaaa tersebut". dan jumlah jotan atau bingkisan itu bermacam macam ada yang 1,2,3,4,5,6,7 ... tergantung berapa banyak keluarga terdekat dan nantinya kita berbalas dimalam ganjil berikutnya akan membawakan jotan/ bingkisan lengkap dari nasi lauk ikan jajan ketempat atau keluarga didusun yang tidak sedang maleman begituseterusnya.

Dan adapun dusun yang sedang maleman tersebut para kiayai keluarga laki atau undangan berkumpul dimasjid dusun untuk buka bersama dirangkai dengan zikir tahlilan dan doa bersama dan tidak datang kerumah keluarga cukup sampai di masjid sementara selesai tamu undangan berbuka puasa maka kepala dusun akan mengumumkan bahwa saatnya bagi warga yang dirumah untuk membakar dile jojor ( lampu yang dibuat dari biji ngapung yang sudah dijemur sampai kering lalu ditumbuk sampi lembut dan dicampur dengan kaps lalu diikat dibatang bambu kecil seperti sate ) dikala itu yang lebih fominan anak anak akan disuruh bakar lampu jojor tersebut lalu di tanvapkan disetiap sudut rumah , gang, pintu luar dan dipinggir jalan maka para tamu undangan akan melihat lampu lampu pijar berjejer dipinggir jalan sambil balik pulang kerumah dan melakdanakan shalat tarawih di masjid dusun masing masing.
demikianlah cerita tradisi ramadhan desaku yang masih menomersatukan persaudaraan dan kebersamaan.

#RamadhanBerkah#AtmaGoNTB

  Komentar untuk TRADISI MALEMAN/NUZULUL QURAN

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!