TRADISI MALEMAN (Dile Jojor)

21 May 2019, 13:07 WIB
2 0 113
Gambar untuk TRADISI MALEMAN (Dile Jojor)
Lombok Tengah (21/05) - Maleman yaitu tradisi masyarakat Lombok dalam menghidupkan malam ganjil  disepuluh hari terakhir bulan ramadhan dengan maksud untuk menyambut datangnya malam 1000 bulan (Laylatul Qadar). Maleman dilaksanakan setelah berbuka puasa atau selepas melaksanakan ibadah shalat Maghrib. Sedangkan Dile Jojor adalah lampu kecil mirip obor yang dibuat dari bahan baku buah camplong atau jarak dibuat seperti sate pusut kemudian digunakan dan dibakar pada saat acara Maleman. Dile jojor ini banyak ditancapkan disetiap sudut rumah atau mengelilingi bangunan rumah yang mereka tempati untuk menyambut datangnya malam kemuliaan tersebut.

Tradisi Maleman dengan membakar Dile Jojor masih terawat rapi dan dilaksanakan oleh masyarakat diberbagai tempat di Pulau Seribu Masjid ini. Biasanya acara Maleman itu dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Quran di salah satu malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, namun sebagian juga masyarakat ada yang melaksanakan di setiap malam ganjil bulan Ramadhan.
Suasana Maleman begitu meriah di rasakan oleh warga yang merayakannya karena semua warga mulai dari anak-anak hingga dewasa ikut berpartisipasi dalam melestarikan tradisi sekali dalam setahun ini. (aa)

#Ramadhanberkah #AtmaGoNTB


Fhoto:www.kampungmedia.com

  Komentar untuk TRADISI MALEMAN (Dile Jojor)

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!