TRADISI MALEMAN (Dile Jojor)

61839 medium post 67232 97fd38d4 a7f3 4682 805e 90060244d71d 2019 05 21t14 06 41.073 08 00
Lombok Tengah (21/05) - Maleman yaitu tradisi masyarakat Lombok dalam menghidupkan malam ganjil  disepuluh hari terakhir bulan ramadhan dengan maksud untuk menyambut datangnya malam 1000 bulan (Laylatul Qadar). Maleman dilaksanakan setelah berbuka puasa atau selepas melaksanakan ibadah shalat Maghrib. Sedangkan Dile Jojor adalah lampu kecil mirip obor yang dibuat dari bahan baku buah camplong atau jarak dibuat seperti sate pusut kemudian digunakan dan dibakar pada saat acara Maleman. Dile jojor ini banyak ditancapkan disetiap sudut rumah atau mengelilingi bangunan rumah yang mereka tempati untuk menyambut datangnya malam kemuliaan tersebut.
Tradisi Maleman dengan membakar Dile Jojor masih terawat rapi dan dilaksanakan oleh masyarakat diberbagai tempat di Pulau Seribu Masjid ini. Biasanya acara Maleman itu dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Quran di salah satu malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, namun sebagian juga masyarakat ada yang melaksanakan di setiap malam ganjil bulan Ramadhan.
Suasana Maleman begitu meriah di rasakan oleh warga yang merayakannya karena semua warga mulai dari anak-anak hingga dewasa ikut berpartisipasi dalam melestarikan tradisi sekali dalam setahun ini. (aa) #Ramadhanberkah #AtmaGoNTB
Fhoto:www.kampungmedia.com
Sudah dilihat 90 kali

Komentar