Tradisi Lamongan: Perayaan Kupatan Mendaki Gunung Menjuluk

Header illustration
https://www.youtube.com/watch?v=7FtDSu3Y6t4
Di lamongan, kaum muslimin tidak hanya merayakan dua hari raya, tapi tiga. Ada hari raya idul adha, hari raya idul fitri, dan yang ketiga hari raya ketupat. Bagi masyarakat sedayulawas dan sekitarnya, merayakan hari raya ketupat artinya adalah memanjat gunung.

Sejak pagi, ratusan warga sudah berangkat menuju Gunung Menjuluk. Mereka datang dengan bermotor juga dengan berjalan kaki. Sebelum tengah hari, jumlah pengunjung sudah mencapai ribuan orang. Entah siapa yang memulai tradisi ini tapi tampaknya semua orang sepakat bahwa mendaki gunung menjuluk adalah kelengkapan dari hari raya ketupat. Bonus dari pendakian ini, kamu bisa menyaksikan pementasan seni tongklek dalam perjalanan menuju puncak.

Akhirnya saya dan keluarga sampailah di pos pertama pendakian gunung menjuluk, di sini kami menggelar bekal dan menikmati sarapan. Woaa, sarapan pagi terasa sangat luar biasa setelah lelah mendaki dan kepanasan sepanjang jalan.

Selanjutnya, karena medan yang cukup terjal, saya melanjutkan pendakian seorang diri menuju puncak menjuluk. Tinggal beberapa belas meter dari puncak, sampailah saya di rute paling berbahaya dari pendakian ini. Jalan menanjak dengan ceruk yang dalam, melewati bongkahan batu tinggi dan sempit dengan permukaan yang kasar. Di sini, kamu harus mengantri demi keselamatan bersama. Lalu, setelah semua aral rintangan dilewati…

Begitu sampai di puncak, saya menyaksikan pemandangan yang sangat luar biasa di bawah sana. Hamparan sawah, petak-petak tambak garam, bentangan bengawan Solo memanjang dari selatan menuju mulut lautan, semuanya tersaji dengan menawan. Jauh di barat, pegunungan biru memagar cakrawala dan bertemu dengan kaki langit yang hangat menyambut. Dalam ketakjuban yang luar biasa, lagu cinta sayu-sayup menyapa diriku.

Meskipun pada hari raya ketupat gunung menjuluk menjadi destinasi wisata yang teramat sangat ramai, tapi sepnajang tahun tempat ini hanyalah puncak kesunyian yang tak disentuh manusia. Tempat di mana rerumputan tumbuh tinggi hanya untuk dinikmati setahun kemudian. Dengan pengelolaan yang tepat, gunung menjuluk bisa saja menjadi destinasi pendakian mini yang menarik ribuan pelancong khususnya pecinta alam kalangan pelajar. Bisakah Lamongan mewujudkannya? #arulight #lamongan #hariRayaKupat
Sudah dilihat 57 kali

Komentar