TOMMY ELEVEN, Adalah Jawaban Kota Bengkulu di Era RI 4.0,

37131 medium 40911526 321528071745576 7506618783386042368 n
Sejak dahulu kaum muda adalah aktor perubahan sosial dan perlawanan terhadap penguasa tirani di setiap belahan dunia. sebut saja nelson mandela di afrika selatan dan che guevara di amerika latin. siapa tidak kenal mereka? Mereka kaum muda yang harum namanya sebagai aktor perubahan sosial dimasyarakatnya.
Di indonesia berbekal semangat dan idealisme yang luar biasa dan di topang dengan kemampuan intelektual dan budaya sikap kritis, sejarah perlawanan atas penindasan di indonesia juga adalah sejarah kaum muda. sejarah indonesia telah berulang kali meletakan kaum muda sebagai lokomotif perlawanan terhadap kaum penjajah dan juga perlawanan terhadap pemerintahan yang terjangkit penyakit kronis semacam korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sejarah sejarah itu dimulai dengan nama kaum muda semacam sjahrir, hatta, tan malaka, soekarno dan bahkan da`an mogot yang dimana pada usia rata rata 20-tahunan telah ikut serta dalam gerakan perlawanan untuk melakukan perubahan sosial dan menuntut kemerdekan bangsa indonesia
Pasca kemerdekaan dimotori soe hok gie dkk, pemuda lagi-lagi melakukan perlawanan kali ini tidak berbekal senjata api dan bambu runcing melainkan turun kejalan melakukan agitasi, propaganda, mimbar besar dan unjuk rasa sehingga meruntuhkan pemerintahan soekarno-hatta sampai akhirnya berdirilah orde baru yang digawangi oleh kaum militer yang dipimpin soeharto.
Di era soeharto kaum muda sempat di nina bobokan oleh pemerintahan, meletus sebentar sewaktu peristiwa malari, Barulah sekitar 25 tahun kemudian babak baru kaum muda sebagai penggerak perubahan sosial kembali bangkit. peristiwa itu dikenal dengan gerakan reformasi 1998 hingga berakhir dengan soeharto mundur.
Sejarah sejarah romantisme perjuangan kaum muda di indonesia dalam melakukan perubahan sosial menghilhami seorang kawan saya Tommy Yusriyadinata, S.IP untuk mengisi era reformasi ini dengan pengabdian di parlemen, untuk menjawab tantangan arus globalisasi yang sudah tidak terbendung. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation.
Dalam menghadapi revolusi industri 4.0 begitu erat kaitannya dengan inovasi dan kreatifitas, siapa dapat menjawab tantangan untuk menghadapi kemajuan teknologi dan persaingan di era globalisasi? Siapa yang dapat melakukan itu semua? yah jawabannya adalah kaum muda! kaum muda yang mau mengabdikan dirinya untuk republik ini.
Jika bangsa indonesia terkhususnya masyarakat bengkulu ingin maju diperlukan orang orang yang memahami Era milenial itu sebagai wakil mereka di parlemen maupun di eksekutif untuk dapat melahirkan kebijakan kebijakan yang memang sesuai dan diperlukan oleh zaman-nya. Era milenial atau era revolusi industri 4.0 ini diperlukan pemangku kebijakan yang memahami teknologi informasi, memahami internet, dan memahami komputerisasi. tidak elok jika nanti pemangku kebijakan kebijakan itu tidak memahami literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. jangan kan soal yang berat, jika orang orang yang di parlemen itu tidak mampu mengoperasikan komputer saja, itu sudah bikin ngeri kita semua. apalagi tidak paham soal mengoperasikan Hp android, bisa hancur kebijakan revolusi industri 4.0 nantinya. Artinya kita perlu sosok pemuda semacam Tommy Yusriyadinata, S.IP yang mengisi parlemen DPRD Kota Bengkulu, agar kebijakan kebijakan itu nyambung sesuai Eranya, sesuai era milenial. karena kita perlu Terobosan inovasi yang akan berujung pada peningkatan produktivitas industri dan melahirkan perusahaan pemula.
Dan berbekal sebagai seorang interpreneur muda, yang membangun eleven group dari nol saya rasa Tommy Yusriyadinata, S.IP cakap untuk menghadirkan aroma baru di parlemen, dan cakap juga menampung aspirasi dari kaum muda era milenial ini.
Dan oleh karena itu saya berharap semoga kawan kawan dapat berjuang bersama Tommy Yusriadinata untuk mempersiapkan Kota Bengkulu dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Salam Hormat
OZZI, S.IP
penulis adalah alumnus FISIP UNIB
Sudah dilihat 65 kali

Komentar